the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

2021, KPK Terima 2.029 Laporan Gratifikasi Penyelenggara Negara

the OPINIbythe OPINI
29 Desember 2021
in Headline, Hukum Kriminal
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
29 Desember 2021
in Headline, Hukum Kriminal
Reading Time: 2 mins read
2021, KPK Terima 2.029 Laporan Gratifikasi Penyelenggara Negara

Ilustrasi : KPK terima 2.029 laporan gratifikasi oleh para penyelenggara negara sepanjang 2021

Baca Juga

Feiny Kairupan Desak Pemda Intervensi Distribusi Solar untuk Rumah Sakit

Sekda Parimo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Penggunaan Anggaran kepada Pejabat Baru

Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

Theopini.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, telah menerima 2.029 laporan gratifikasi oleh para penyelenggara negara sepanjang 2021. Dari keseluruhan laporan tersebut, total nilai gratifikasinya mencapai Rp7,9 miliar.

“Sepanjang tahun 2021, KPK telah menerima sebanyak 2.029 laporan gratifikasi dengan total nominal Rp 7,9 miliar,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dalam paparan kinerja KPK tahun 2021 di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2021.

Dia mengatakan, dari total gratifikasi diserahkan kepada KPK itu, sebanyak Rp2,29 miliar telah ditetapkan menjadi milik negara. Sementara sisanya, sebanyak Rp5,6 miliar tidak ditetapkan sebagai milik negara, dan dikembalikan kepada penerimanya.

Alex menjelaskan, seluruh laporan gratifikasi itu diterima KPK melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) dari masing-masing instansi pemerintahan.

Rinciannya, sebanyak 32 laporan gratifikasi dari total 34 kementerian, 61 laporan gratifikasi dari total 69 lembaga negara, dan 32 laporan gratifikasi dari total 34 provinsi.

Kemudian, 287 laporan gratifikasi dari total 514 pemerintah kabupaten atau kota, serta 70 laporan gratifikasi dari total 123 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Sehingga secara total 482 dari total 774 instansi (62,27 persen) telah menyampaikan laporan gratifikasinya melalui UPG,” ucapnya.

Selain itu, KPK juga telah melakukan 127 penyelidikan, dan 105 penyidikan di 2021. Dari total aksi itu, sebanyak 123 orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Sementara itu, 108 perkara masuk ke tahap penuntutan, 90 di antaranya sudah memperoleh kekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Selama 2021, data per 28 Desember, KPK telah melakukan upaya penindakan tindak pidana korupsi dengan rincian, jumlah tersangka 123 orang,” ujar Alex.

Dia menuturkan, terdapat enam kasus korupsi menarik perhatian publik versi KPK. Pertama, kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19, yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan kawan -kawan.

Juliari divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, karena terbukti menerima suap senilai total Rp32.482.000.000, terkait dengan penunjukan rekanan penyedia Bansos Covid-19 di Kementerian Sosial.

Kedua, kasus dugaan suap jual beli jabatan kepala desa yang menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang merupakan mantan Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin.

“Berkas perkara kedua tersangka, sudah dinyatakan lengkap oleh tim jaksa KPK. Mereka akan menjalani persidangan,” kata dia.

Kasus ketiga kata dia, yaitu dugaan suap pengadaan barang, dan jasa di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, menjerat total 26 tersangka.

Keempat, kasus dugaan suap penanganan perkara yang melibatkan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, dan mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Keduanya, sedang diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sedangkan kasus kelima, yakni dugaan korupsi melibatkan PT Adonara Propertindo, terkait pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur.

“Keenam, perkara TPPU yang melibatkan 4 perkara antara lain pengurusan perkara di Mahkamah Agung, proyek di Buru Selatan, jual-beli jabatan Pemda Probolinggo dan suap pajak,” pungkasnya.***

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Previous Post

Pertamina: Distribusi Elpigi Nasional Gunakan Teknologi Digital

Next Post

Pelangi Senja Yang Ku Rindu

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

26 Oktober 2026
Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

24 Oktober 2026
Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

24 Oktober 2026
Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

24 Oktober 2026
Polresta Banggai Edukasi Warga soal Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

Polresta Banggai Edukasi Warga soal Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

24 Oktober 2026
Wakapolda Sulteng Pastikan Keamanan dan Hak Warga Binaan di Rutan Dittahti

Wakapolda Sulteng Pastikan Keamanan dan Hak Warga Binaan di Rutan Dittahti

24 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Feiny Kairupan Desak Pemda Intervensi Distribusi Solar untuk Rumah Sakit

Feiny Kairupan Desak Pemda Intervensi Distribusi Solar untuk Rumah Sakit

26 Oktober 2026
Sekda Parimo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Penggunaan Anggaran kepada Pejabat Baru

Sekda Parimo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Penggunaan Anggaran kepada Pejabat Baru

26 Oktober 2026
Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

Peringatan Bulan Bahasa, SDN 3 Parigi Dorong Siswa Cintai Bahasa dan Kembangkan Kreativitas

26 Oktober 2026
Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

24 Oktober 2026
Wagub Reny Harap Berani Cup Salumpaga Lahirkan Pesepak Bola Berprestasi

Wagub Reny Harap Berani Cup Salumpaga Lahirkan Pesepak Bola Berprestasi

24 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Lagi, Penindakan Narkoba di Parimo Tanpa Barang Bukti Sabu

Lagi, Penindakan Narkoba di Parimo Tanpa Barang Bukti Sabu

22 Oktober 2026
Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

24 Oktober 2026
Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

23 Oktober 2026
Polda Sulteng Sita 382 Gram Sabu dan Amankan 65 Orang dalam Operasi Narkoba

Polda Sulteng Sita 382 Gram Sabu dan Amankan 65 Orang dalam Operasi Narkoba

23 Oktober 2026
Sekda Parimo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Penggunaan Anggaran kepada Pejabat Baru

Sekda Parimo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Penggunaan Anggaran kepada Pejabat Baru

26 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d