the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

PETI di Sulteng, Komnas HAM Sebut Akibat Penyalahgunaan Kekuasaan

the OPINIbythe OPINI
11 Januari 2022
in Daerah, Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
11 Januari 2022
in Daerah, Headline
Reading Time: 3 mins read
PETI di Sulteng, Komnas HAM Sebut Akibat Penyalahgunaan Kekuasaan

PETI di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang masih terus beraktivitas hingga kini. (Foto : Novita Ramadhan)

Baca Juga

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

PALU, theopini.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan, maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sulawesi Tengah (Sulteng) akibat abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan.

“Penyalahgunaan kekuasaan itu dilakukan baik oleh aparat penegak hukum dari kepolisian, maupun dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta Ditjen Gakkum di Kementerian ESDM. Termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini, Gubernur Sulawesi Tengah,” ungkap Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah, Dedi Askary, SH, dalam keterangan tertulisnya diterima theopini.id, Senin 10 Januari 2022.

Dia mengatakan, penyalahgunaan kekuasaan itu juga termasuk pada kebijakan buka-tutup lokasi PETI Desa Dongi-dongi Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di Desa Salubanga dan Kayuboko.

Kemudian, Desa Buranga di Kecamatan Ampibabo yang ditutup pasca longsor di lokasi tambang emas yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia, kini kembali beraktivitas melakukan pengerukan.

“Penertiban dan/atau penutupan PETI sekedar janji manis Gubernur Sulawesi Tengah terpilih,” tegas Dedi.

Dia mengingatkan, Gubernur Rusdy Mastura pernah menyatakan penertiban PETI yang marak di Sulawesi Tengah, akan segera dilakukan. Bahkan, hal itu sampaikan akan menjadi salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur kala itu.

Hanya saja,  pernyataan Gubernur tidak memberikan harapan bagi masyarakat, terutama pemerhati lingkungan dan aktifis atau organisasi yang konsen dalam melakukan advokasi pertambangan serta bisnis ekstraktif tak berizin di Sulawesi Tengah, khususnya sektor pertambangan golongan strategis, yakni emas dan nikel.

“Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah itu disampaikan saat hadiri momentum rapat paripurna, tentang pengumuman penetapan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih 2020, pada 1 Februari 2021,” ujarnya.

Bahkan kata dia, hingga memasuki bulan ke tujuh pasca dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu, 16 Juni 2021, Gubernur Rusdy Mastura tidak memiliki skema yang jelas terkait kebijakan dan program penertiban PETI.

“Tidak terkecuali PETI di kawasan Dusun Dongi-Dongi yang konon katanya  telah disepakati ditutup secara permanen. Tidak memiliki skema yang jelas,” kata dia.

Dedi mempertanyakan, seperti apa langkah dan kebijakan serta program yang hendak dilakukan kepada masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di PETI Dongi-dongi.

Kemudian, bagaimana dengan kawasan bekas PETI Dongi-dongi, sementara aktivitas pengerukan material emas dengan cara haram di wilayah lain, masih terus terjadi.

“Seakan tanpa salah dan beban atas kegiatan ilegal tak berizin yang dilakukan sekelompok orang mengatas namakan masyarakat banyak,” ujarnya.

Aktivitas di wilayah lain tersebut, terkesan tanpa menghiraukan legalitas, serta dampak yang ditimbulkan, baik dari sisi kerusakan hutan, pencemaran sungai dan air, serta terjadinya perubahan bentang alam secara ekstrim.

Pihaknya menilai, praktek pertambangan yang hanya sekedar mengutamakan keuntungan pribadi tersebut sengaja tak terendus. Padahal, masuk kategori kejahatan lingkungan yang serius.

“Setidak-tidaknya kelembagagaan yang berwenang dalam masalah terkait maraknya PETI ini, telah melakukan pembiaran dan telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan,” tegasnya.

Laporan : Novita Ramadhan

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
ShareSendTweet
Previous Post

Lima Merek Vaksin Booster Kantongi EUA dari BPOM, Berikut Daftarnya

Next Post

Jokowi Tetapkan Pelaksanaan Vaksinasi Booster Dimulai Besok

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

14 Oktober 2026
Pemda Buol Susun Peta Jalan Pengembangan Kawasan Agropolitan

Pemda Buol Susun Peta Jalan Pengembangan Kawasan Agropolitan

13 Oktober 2026
Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

13 Oktober 2026
Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

13 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

14 Oktober 2026
Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.8 M Guncang 230 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

8 Oktober 2026
DP3AP2KB Parimo Minta Desa Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Parimo Minta Desa Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

9 Oktober 2026
Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pulau Kabetan Diusulkan Ditutup, Korban Belum Ditemukan

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pulau Kabetan Ditutup, Korban Belum Ditemukan

10 Oktober 2026
651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

8 Oktober 2026
Operasi Sarang Narkoba di Banggai, Polisi Sita Sabu dan Buku Catatan Penjualan

Operasi Sarang Narkoba di Banggai, Polisi Sita Sabu dan Buku Catatan Penjualan

11 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d