Lahan Pertanian di Banjarmasin Tersisa 2000 Hektare

Theopini.id – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan, lahan pertanian makin tergerus, hingga kini tersisa sekitar 2.000 hektare yang terdapat di tiga kecamatan.

“Lahan pertanian di daerah kita ini tinggal di Kecamatan Banjarmasin Utara, Selatan dan Timur saja lagi, sementara Tengah dan Barat hampir tidak ada lagi,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, M Makhmud, dikutip dari Republika.co.id, Jum’at, 14 Januari 2022.

Dia mengatakan, bagi pemerintah Kota Banjarmasin penting melestarikan lahan pertanian tersebut, untuk menjadi daerah resapan, sehingga bisa menanggulangi banjir.

“Memang pemerintah kota penuh perjuangan untuk mempertahankan sisa lahan pertanian saat ini,” ujarnya.

Olehnya kata dia, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bertahap mengamankan lahan pertanian, hingga bisa mencapai 5 hektare dimulai pada 2022 ini.

Pemerintah kota kata dia, saat ini sudah menguasai sekitar 1,3 hektare lahan pertanian, berada di wilayah Banjarmasin Timur.

Luasan lahan pertanian milik pemerintah kota tersebut, akan ditambah dengan menganggarkannya mulai tahun ini, dengan harapan bisa mencapai 5 hektare.

“Bukan di satu tempat, tapi rencananya ada dua titik dengan total luasnya 5 hektare,” tuturnya.

Lahan yang ditaksir pemerintah kota tersebut, keduanya ada di Kecamatan Banjarmasin Selatan, yakni, di Kelurahan Mantuil dan Kelurahan Tanjung Pagar.

Dia menyebut, pembelian lahan pertanian ini untuk program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Banjarmasin.

“Harus dilakukan demikian oleh pemerintah kota, karena lahan pertanian makin menyempit dengan berkembangnya secara pesat pemukiman,” pungkasnya.***