the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

SD Inpres Binangga di Parimo Butuh Perbaikan RKB

the OPINIbythe OPINI
21 Mei 2022
in Daerah, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
21 Mei 2022
in Daerah, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
SD Inpres Binangga di Parimo Butuh Perbaikan RKB

SD Inpres Binangga di Kabupaten Parigi Moutong membutuhkan perbaikan RKB, yang rusak usai gempa. Para siswa terpaksa menempati gedung tak layak pakai untuk belajar. (Foto : Ahmad Mad)

PARIMO, theopini.id – Sekolah Dasar (SD) Inpres Binangga, Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, membutuhkan perbaikan Ruang Kelas Belajar (RKB), yang mengalami kerusakan usai terdampak bencana gempa bumi 2018.

Saat ini, pihak sekolah terpaksa melaksanakan proses belajar dan mengajar dengan para siswa menggunakan RKB yang tak lagi layak pakai,  

“Tetapi, hal itu tidak menghalangi kami untuk terus melakukan proses belajar mengajar. Meskipun kami hanya belajar di kelas yang bersifat sementara,” ungkap Wakil Kepala Sekolah SD Inpres Binangga, Yuyun Indarsari, saat ditemui media ini, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Disdikbud Berupaya PTM 100 Persen Diterapkan pada Tahun Ajaran Baru

Baca Juga

Serahkan Lokasi Program KNPM, Bupati Erwin: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa Pesisir

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

Menurut dia, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya, agar mendapatkan perbaikan RKB. Salah satunya, dengan mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), namun, belum juga terealisasi.

Saat proses belajar mengajar berlangsung, guru dan siswa tak lagi merasa nyaman, diakibatkan atap bangunan dan konstruksinya sudah sangat memprihatinkan.

“Kenyamanan dalam ruangan itu, tergantung dari cuaca. Apalagi saat ini cuaca tidak menentu. Sebab, kontruksi atapnya yang sangat rendah, begitu pula dengan dindingnya yang juga sudah pecah, bahkan lain sudah bocor bocor,” ujar dia.

Saat hujan pun guru dan siswa merasakan hal yang sama, dikarenakan struktur tanah yang tidak rata menyebabkan air mengalir hingga masuk ke ruang kelas.

Dia menyebut, pihak sekolah masih menunggu penjelasan dari pemerintah daerah atas perbaikan kerusakan RKB tersebut. Ia  pun berharap, pemerintah, segera merobohkan RKB yang mengalami kerusakan, karena dinilai membahayakan bagi guru dan siswa.

“Kami sangat khawatir, nantinya bangunan tua tersebut akan roboh, dan menimpah kami atau siswa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo, Ibrahim membenarkan pernyataan Wakil Kepala Sekolah SD Inpres Binangga Desa Matolele.

“Pasca gempa bumi, perbaikan SD Inpres tersebut sudah kami usulkan beberapa kali ke Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo. Karena semua yang terdampak pada saat gempa itu di data oleh BPBD,” kata Ibrahim.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan perbaikan gedung ke pihak United Nations Development Programme atau Badan Program Pembangunan PBB (UNDP), Bank Dunia.

Namun, sekolah SD Inpres Binagga ini salah satu sekolah yang tidak disetujui oleh pihak UNDP, karena dinilai masih ada bangunan yang lebih parah dari sekolah tersebut.

Kemudian, terdapat kekeliruan saat penginputan data Dapodik, yang tidak disadari oleh operator sekolah. Padahal hal itu tidak sesuai dengan keadaan bangunan sekolah.

Baca Juga : Berikut Penjelasan Kemendikbudristek Soal Kebijakan Rapor Pendidikan

Saat ini pihaknya sudah berusaha memperbaiki data Dapodik SD Inpres Binangga. Data tersebut, sesuai dengan kondisi saat ini, dan hasil koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) setempat.

“Sehingga, formulir penilaian dapat dikategorikan rusak berat, dengan melihat langsung kondisi kerusakannya, dan mengusulkan kembali ke pihak Kementerian,” kata dia.

“Kami akan upayakan di tahun ini dan kami coba pendampingan lagi untuk pengusulan tahun 2023 mendatang, semoga tidak ada kendala,” tambah Ibrahim.

Tags: #BPBD#Dapodik#GempaBumi2018#parigimoutong#RKB#SDInpresBinangga#Sulteng#UNDP
ShareSendTweet
Previous Post

Banjir Renggut Bahagia Seorang Bapak Jelang Pernikahan Anaknya

Next Post

PMD: 850 Desa di Sulteng Belum Miliki Aksas Internet

the OPINI

the OPINI

Related Posts

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

16 Juli 2026
Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

15 Juli 2026
Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

Palu dan Donggala Siapkan MoU, Perkuat Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pembangunan

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

15 Juli 2026
Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

15 Juli 2026
Pemda Parimo Bentuk Tim Pora, Perketat Pengawasan Investor Asing

Pemda Parimo Bentuk Tim Pora, Perketat Pengawasan Investor Asing

15 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 198 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

16 Juli 2026
Serahkan Lokasi Program KNPM, Bupati Erwin: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa Pesisir

Serahkan Lokasi Program KNPM, Bupati Erwin: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa Pesisir

16 Juli 2026
DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

16 Juli 2026
Kasus Dugaan Mafia Tanah 30 Hektare di Tolitoli Masuk Tahap Penuntutan

Kasus Dugaan Mafia Tanah 30 Hektare di Tolitoli Masuk Tahap Penuntutan

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

15 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Wagub Sulteng Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba dan Dekadensi Moral

Wagub Sulteng Ajak Gereja Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba dan Dekadensi Moral

13 Juli 2026
Desa Sakinah Jaya Juara Umum MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara

Desa Sakinah Jaya Juara Umum MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara

14 Juli 2026
Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

15 Juli 2026
DPRD Parimo: Gedung Perpustakaan Belum Optimal, Kontraktor Malah Gugat Pemda

DPRD Parimo: Gedung Perpustakaan Belum Optimal, Kontraktor Malah Gugat Pemda

14 Juli 2026
DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

DKP Parimo Minta Dukungan Lintas Sektor, 8 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

16 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In