Cicilan Utang Pemda Parimo ke Bank Dunia Tersisa 3 Tahun

Cicilan Utang Pemda Parimo ke Bank Dunia Tersisa 3 Tahun
Kepala BPKAD Parimo, Yusrin Usman. (Foto : Denny)

PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, secara rutin membayar cicilan utang ke Bank Dunia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan masa perjanjian pelunasan selama 25 tahun.

Tahun ini, Pemda Parimo pun telah membayar cicilan pokok utang beserta bunga ke Bank Dunia, sebanyak dua kali, dan tercatat menyisakan tiga tahun waktu pelunasan.

Baca Juga : LKPJ Bupati 2021, Laporkan PAD Naik Hingga Pembayaran Utang

“Terkait utang di Bank Dunia, rutin kami bayarkan. Setiap tahun, dua kali pada 15 April dan 15 Oktober,” ungkap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Parimo, Yusrin Usman, di Parigi, Selasa, 6 Desember 2022.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk pembayaran cicilan pokok utang beserta bunga, cenderung menurun berdasarkan hasil rekonsiliasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Nasional (KPPN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Diperkirakan, total cicilan pokok utang berserta bunga yang terus menurun beberapa tahun terakhir, sebesar Rp 1 miliar lebih.

Sehingga, beban APBD 2022 dan sebelumnya tidak terbebani dengan pembayaran utang Bank Dunia, yang sebelumnya dianggarkan mencapai Rp 4 miliar per tahun.

Baca Juga : DPRD Parimo Belum Sepakati Pagu Anggaran dalam Rancangan KUA PPAS 2023

“Pola bayarnya itu, dihitung mengikuti naik dan turunnya bunga bank, seperti dalam sistem kredit yang berlaku pada umumnya,” jelasnya.  

Diketahui, beban utang Pemda Parimo ke Bank Dunia sejak 2005 tersebut, untuk pembangunan Pasar Sentral Tagunu, dan Terminal Toboli.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: