Jokowi Minta Masyarakat Hindari Judi Offline maupun Online

JAKARTA, theopini.id Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia, untuk menghindari judi, baik offline maupun online.

“Secara khusus saya ingin sampaikan, jangan judi, jangan judi, jangan berjudi, baik offline maupun online. Lebih baik, kalau ada rejeki ditabung atau jadikan modal usaha,” tegas Presiden Jokowi, dikutip  akun Intagram pribadinya, Rabu malam, 11 Juni 2024.

Baca Juga: Polisi Gerebek Judi Online di Kota Palu, Tiga Oknum ASN Ikut Terlibat

Menurutnya, banyak dampak yang ditimbulkan akbar judi, di antaranya harta benda habis terjual, suami dan istri bercerai.

Bahkan, menyebabkan para penjudi melakukan tindak kejahatan, kekerasan dan tidak sedikit yang menimbulkan korban jiwa.

Jokowi mengatakan, Judi bukan hanya mempertaruhkan uang, dan bukan sekedar game, atau iseng-iseng berhadiah.

“Tapi, judi mempertaruhkan masa depan, baik diri sendiri, keluarga dan anak,” tukasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus secara serius memberantas, dan memerangi perjudian online. Di manasebanyak 21 juta situs judi online telah ditutup.

Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) juga akan selesai dibentuk, dengan harapan dapat mempercepat pemberantasan judi online di Indonesia.

Namun, pemberantasannya judi online tidak mudah, karena sifatnya transnasional, lintas negara, batas, dan otorisasi.

Baca Juga: Judi Online Merajalela, Begini Kata Diskominfo Parimo

Sehingga,  kata Jokowi, salah hal yang paling penting ialah pertahanan masyarakat, dan pribadi masing-masing.

 “Saya mengajak, seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta masyarakat luas untuk saling mengingatkan, mengawasi dan melaporkan bila ada indikasi judi online,” pungkasnya.

banner 1280x250