Tag: #BeraniBangga

  • Komunitas Pemuda Tantang Pemprov Sulteng Hadirkan Kebijakan Inklusif

    Komunitas Pemuda Tantang Pemprov Sulteng Hadirkan Kebijakan Inklusif

    PALU, theopini.id – Komunitas pemuda yang tergabung dalam Berani Bangga, menantang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah untuk lebih terbuka dan inklusif dalam perumusan kebijakan.

    Dalam audiensi bersama Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr Reny Lamadjido, Jum’at, 10 Juli 2025, mereka menyodorkan ide pembentukan Dewan Pemuda Daerah (DPD), sebuah wadah partisipasi anak muda dalam pengawasan, evaluasi, hingga perencanaan kebijakan publik.

    Baca Juga: Tumbuhkan Jiwa Berkualitas dan Produktif, Dispora Banggai Gelar Festival Pemuda

    Enam perwakilan hadir dalam pertemuan tersebut, Aldi Gifari, Shadiq Muntashir, Rizal Liara, Fajri Ardiansyah, Moh. Yasin, dan Sri Rezeki.

    Dalam dialog, mereka menekankan pentingnya membangun kanal partisipatif yang tidak hanya bersifat simbolik, melainkan berdampak nyata terhadap arah pembangunan.

    “Kami ingin DPD menjadi ruang kerja kolaboratif. Di situ ada diskusi, ada riset, dan ada rekomendasi kebijakan yang lahir dari suara anak muda di lapangan,” ungkap Shadiq Muntashir, salah satu inisiator.

    Gagasan ini, disambut terbuka oleh Gubernur Anwar Hafid. Ia menyebut, peran pemuda sangat strategis, terlebih dalam menyampaikan suara masyarakat dari bawah.

    Bahkan, ia menyebut, DPD bisa menjadi bagian dari delivery unit baru yang akan memperkuat peran publik dalam pembangunan.

    “Kita butuh saluran langsung dari masyarakat. Anak muda bisa hadir sebagai jembatan itu, asalkan gagasannya konkret dan terukur,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, isu kemiskinan menjadi sorotan serius. Gubernur Anwar Hafid mengakui, Sulawesi Tengah masih menghadapi kemiskinan absolut sebesar 11 persen.

    Baginya, angka hanyalah indikator yang lebih penting adalah perlindungan terhadap 1,6 juta warga di zona rentan.

    Tak hanya soal partisipasi, para pemuda juga mengkritisi lemahnya dukungan pemerintah terhadap sektor kelautan dan pertanian.

    Menurut mereka, upaya hilirisasi hasil pertanian lokal seperti kelapa dan kopi masih jauh dari harapan. Demikian pula dengan alat tangkap modern yang minim diakses nelayan lokal.

    “Kalau ingin jadi pemain utama di laut, kita harus bekali nelayan dengan teknologi. Sonar, peta digital, bukan lagi barang mewah,” tegas Anwar Hafid.

    Baca Juga: Gubernur Sulteng Lepas Peserta Bhineka Fun Run 7K Sapma Pemuda Pancasila

    Ia pun menegaskan komitmennya, untuk membangun kemitraan hilirisasi dan membuka akses ekspor langsung dari pelabuhan strategis.

    Audiensi lebih dari satu jam itu ditutup dengan semangat kolaborasi. Pemprov Sulawesi Tengah menyatakan siap membuka ruang sinergi berkelanjutan dengan komunitas pemuda sebagai mitra strategis dalam pembangunan yang lebih inklusif dan adil.

    Baca berita lainnya di Google News