PARIMO, theopini.id – Rencana penerapan sistem akses masuk ke Kantor Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah hingga kini belum diberlakukan secara resmi.
Meski sejumlah pintu masuk mulai dijaga, pelaksanaan penuh sistem ini masih menunggu proses launching dan rapat lanjutan.
Baca Juga: DPRD Parimo Soroti Pembatasan Akses ke Kantor Bupati: Dinilai Ciptakan Kesan Eksklusif
“Sejauh ini belum diberlakukan. Yang dijaga baru pintu bagian depan,” kata Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Parimo, Tulus saat ditemui, Senin, 17 Juni 2025.
Ia menjelaskan, saat ini akses bagi masyarakat maupun tamu yang ingin bertemu dengan pimpinan daerah masih terbuka dan bebas selama jam kerja.
Penjagaan di pintu utama, menurutnya, hanya bersifat membantu tamu masuk, bukan pembatasan penuh.
Menurut Tulus, penerapan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan kantor.
Salah satu alasan teknis, lanjutnya, adalah untuk mencegah masuknya hewan liar seperti kucing yang kerap mengotori area dalam kantor.
“Belum tahu kapan launching-nya, karena masih menunggu hasil rapat lanjutan,” ujar Tulus.
Ia menambahkan, nantinya sistem akses masuk akan diberlakukan di beberapa titik pintu kantor dengan anggaran pengadaan mencapai sekitar Rp5 juta per pintu. Proses penganggaran ini, katanya, sudah dibahas bersama DPRD Parimo.
Baca Juga: Kementerian PUPR Serahkan Pengelolaan Gedung Kantor Bupati Sigi
“DPRD sudah mengetahui dan menyetujui anggarannya. Jika akses masuk resmi diterapkan nanti, kami pastikan akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum launching,” tutupnya.
Dengan sistem ini, Pemda Parimo berharap aktivitas di kantor bupati bisa lebih tertib dan terjaga, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar