the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mantap Pangan Digenjot, Pemkot Palu Targetkan Pasokan Komoditas Stabil untuk Tekan Inflasi

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
5 September 2026
in Ekonomi
Reading Time: 4 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
5 September 2026
in Ekonomi
Reading Time: 4 mins read
Hadianto: Keluarga Jadi Benteng Utama Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid saat berkunjung ke Kabupaten Parimo, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Iwan Sukri)

Baca Juga

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

PALU, theopini.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menggenjot program Palu Mantap Pangan dengan memanfaatkan lahan terbatas milik masyarakat untuk menjaga pasokan komoditas pangan tetap tersedia di pasar.

Program tersebut, diarahkan bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga mengatur waktu panen dan distribusi agar pasokan tidak terputus. Langkah ini, menjadi bagian dari upaya Pemkot Palu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Kami pastikan bahwa program ini berjalan, sehingga supply untuk memenuhi demand di pasar itu bisa stabil,” kata Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid saat berkunjung ke Kabupaten Parimo, Sabtu, 5 September 2026.

Ia mengatakan, pemerintah menargetkan pengembangan satu hektare lahan untuk satu komoditas di setiap kelurahan.

Saat ini, lima komoditas dikembangkan di sembilan kelurahan dari total 46 kelurahan di Kota Palu. Dengan skema tersebut, setiap komoditas diproyeksikan memiliki luasan tanam sekitar sembilan hektare secara akumulatif.

Menurutnya, program tersebut memiliki tantangan karena Kota Palu bukan daerah yang berkarakter sebagai wilayah pertanian dan perkebunan. Mayoritas masyarakat juga tidak berprofesi sebagai petani atau pekebun.

Karena itu, Pemkot Palu terus mengevaluasi pola pendampingan agar pekarangan dan ruang terbatas masyarakat tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan.

“Alhamdulillah, sementara berprogres. Target kita kan per kelurahan itu satu hektar untuk satu komoditas,” ujarnya.

Dalam program tersebut, pemerintah bertindak sebagai mediator dan fasilitator. Dukungan diberikan melalui pendampingan penyuluh serta penyediaan bibit dan pupuk.

Pemerintah tidak menjadi pembeli atau offtaker hasil produksi masyarakat. Namun, Pemkot Palu memastikan komoditas yang dihasilkan dapat terserap dan masuk ke pasar di wilayah tersebut.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, produksi setiap lokasi akan didata dan dipantau, termasuk waktu panennya.

Data tersebut, kemudian diakumulasikan untuk mengetahui volume produksi yang tersedia, sekaligus mengatur distribusinya ke pasar.

“Semua terdata. Sehingga waktu panen dan lain sebagainya itu sudah ditetapkan, sudah ditetapkan, terpantau, sehingga nanti dinas juga bisa memastikan masa panen dari setiap spot-spot itu nanti sudah terakumulatif, jumlahnya berapa, sehingga nanti bisa masuk di pasar-pasar,” katanya.

Hadianto mengatakan, pengaturan tersebut penting agar pasokan tidak hanya melimpah pada satu periode, kemudian kosong pada periode berikutnya.

“Jangan sampai misalnya bulan ini lancar masuk, kemudian bulan depan tidak. Kita tidak boleh seperti itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak mengambil keuntungan dari hasil produksi masyarakat. Dukungan pupuk dan pendampingan diberikan untuk membantu masyarakat menghasilkan komoditas pangan.

Meski demikian, Hadianto meminta hasil produksi tetap dijual dengan harga kompetitif, dan memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Menurutnya, harga tersebut dapat ditekan karena masyarakat tidak menanggung sejumlah biaya produksi dan distribusi yang biasanya muncul dalam rantai pasok.

“Tidak ada biaya transportasi, biaya pupuk tidak ada, ini tidak ada. Sehingga harus bisa kompetitif,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi, luasan lahan yang dimanfaatkan masyarakat masih bervariasi. Sebagian telah mencapai satu hektare, sementara lainnya baru sekitar setengah hektare.

Hadianto menilai kondisi tersebut masih wajar karena program Palu Mantap Pangan relatif baru. Selain itu, sebagian masyarakat belum memiliki keterampilan bertani.

“Karena ini program baru. Apalagi tadi itu kan skill-nya memang bukan di situ (petani). Yang harus dipastikan, bagaimana ke depan, pendampingan semakin baik, semakin kuat,” katanya.

Pemkot Palu juga menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lahan. Kandungan unsur hara tanah menjadi salah satu pertimbangan, sebelum menentukan komoditas yang akan dikembangkan.

Kebutuhan air setiap tanaman yang berbeda, juga menjadi pertimbangan agar komoditas yang ditanam sesuai dengan karakteristik lahan.

“Sekaligus juga mengukur unsur hara tanah. Nilai soil-nya itu cukup untuk tanaman A, tanaman B, tanaman C. Jangan sampai tidak,” ujarnya.

Hadianto berharap program tersebut mampu mengoptimalkan ruang terbatas masyarakat, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas di Kota Palu.

“Yang ingin dijaga oleh Pemerintah Kota Palu itu adalah pertama bagaimana menjaga inflasi daerah, kemudian bagaimana mendorong masyarakat membuka ruang potensi penerimaan daerah, dalam ruang sekecil apapun,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #HadiantoRasyid#kotapalu#PaluMantapPangan#PemkotPalu#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Bupati Erwin: Guru Harus Beriringan dengan Perkembangan Teknologi

Next Post

Pemda Parimo Dorong Pesantren Perkuat Benteng Moral Generasi Muda

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

6 Oktober 2026
HIPPI Gorontalo Didorong Jadikan Kopiah Karanji sebagai Identitas Organisasi

HIPPI Gorontalo Didorong Jadikan Kopiah Karanji sebagai Identitas Organisasi

3 Oktober 2026
Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

3 Oktober 2026
Forum PKP Parimo Buka Ruang Kolaborasi CSR untuk Pengembangan Permukiman

Forum PKP Parimo Buka Ruang Kolaborasi CSR untuk Pengembangan Permukiman

1 Oktober 2026
BRI Parigi Ambil Bagian dalam Penguatan Ketahanan Pangan Parimo

BRI Parigi Ambil Bagian dalam Penguatan Ketahanan Pangan Parimo

30 September 2026
Anwar Hafid Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tarik Generasi Muda

Anwar Hafid Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tarik Generasi Muda

29 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

6 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.3 M Guncang 219 km TimurLaut TARAKAN-KALTARA

6 Oktober 2026
77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

6 Oktober 2026
Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

6 Oktober 2026
Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

6 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

BRI Tekankan Nilai Pancasila Sebagai Prinsip Pelayanan kepada Masyarakat

BRI Tekankan Nilai Pancasila Sebagai Prinsip Pelayanan kepada Masyarakat

1 Oktober 2026
Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

3 Oktober 2026
Wagub Sulteng Pastikan Anggaran Kebudayaan Tetap Diperhatikan di Tengah Efisiensi

Wagub Sulteng Pastikan Anggaran Kebudayaan Tetap Diperhatikan di Tengah Efisiensi

5 Oktober 2026
BERANI Cup Sigi Selesai, Anwar Hafid: Perburuan Talenta Sepak Bola Masih Berlanjut

BERANI Cup Sigi Selesai, Anwar Hafid: Perburuan Talenta Sepak Bola Masih Berlanjut

4 Oktober 2026
RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

1 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d