GORONTALO, theopini.id — Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperluas pemeriksaan kesehatan gratis dan berkala kepada berbagai komunitas masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini belum banyak tersentuh layanan pemeriksaan kesehatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Setelah guru, terinfo nantinya akan menyasar para nelayan. Saya titip juga ya pak Ketua IDI, bisa sekalian tukang bentor, pengemudi Maxim, dan komunitas lainnya yang mungkin selama ini belum banyak tersentuh pemeriksaan kesehatan,” ujar Idah saat membuka Bakti Sosial memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK), Kabupaten Gorontalo, Minggu, 27 September 2026.
Menurutnya, perluasan sasaran pemeriksaan kesehatan penting agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Ia menilai, guru dan tenaga pendidik menjadi sasaran awal yang tepat karena profesi tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Dokter menyehatkan bangsa dan guru mencerdaskan bangsa. Jadi, kolaborasi antara dokter dan guru ini merupakan kolaborasi yang sangat luar biasa dan memiliki nilai yang tinggi,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan fisik, Wagub Idah juga meminta IDI memperhatikan kesehatan mental para guru. Menurutnya, guru setiap hari berhadapan dengan siswa dengan berbagai karakter sehingga membutuhkan ruang untuk berkonsultasi dan memperoleh pendampingan psikologis.
“Saya berharap IDI juga bisa menghadirkan dokter kesehatan jiwa atau psikolog, mungkin secara berkala beberapa bulan sekali, sehingga para guru memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dan memeriksa kondisi kesehatan mentalnya,” ujarnya.
Ketua IDI Wilayah Provinsi Gorontalo dr. Isman Yusuf mengatakan, kegiatan HBDI ke-118 tahun ini memang difokuskan pada komunitas.
Guru dan tenaga pendidik dipilih sebagai sasaran awal, untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan komunitas tersebut melalui pemeriksaan dan screening kesehatan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memiliki data dan gambaran mengenai kondisi kesehatan masing-masing komunitas. Dengan mengetahui permasalahan kesehatan para guru, diharapkan dapat menjadi dasar untuk mendukung mereka agar tetap sehat dan dapat menjalankan tugasnya mencerdaskan bangsa,” jelas Isman.
Bakti sosial HBDI ke-118 tersebut, diisi seminar awam, promosi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah yang diikuti para guru dan tenaga pendidik.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin













