BANGGAI, theopini.id — Pemerintah Dearah (Pemda) Banggai, Sulawesi Tengah, akan membentuk brigade pertanian untuk mengelola alat dan mesin pertanian (Alsintan) agar dapat dimanfaatkan petani secara lebih merata.
“Jadi, petani yang butuh mesin combine, hand tractor, silakan ambil di gudang dan dikembalikan lagi setelah dipakai,” ujar Bupati Banggai Amirudin saat rembuk tani bersama Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid dan petani di Desa Rusa Kencana, Kecamatan Toili, Selasa, 29 September 2026.
Ia mengatakan, Alsintan bantuan pemerintah tidak akan diserahkan langsung kepada kelompok tani. Seluruhnya dikelola brigade pertanian dengan sistem pinjam pakai.
Menurutnya, mekanisme tersebut akan diterapkan terhadap bantuan alsintan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Banggai.
Dengan sistem itu, Alsintan dapat digunakan oleh petani sesuai kebutuhan dan dikembalikan setelah selesai digunakan.
Pemerintah daerah berharap, pola tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan Alsintan, sekaligus memudahkan petani memperoleh alat yang dibutuhkan.
Rencana pembentukan brigade pertanian tersebut, sejalan dengan program modernisasi pertanian yang didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam rembuk tani tersebut, Gubernur Anwar Hafid mengatakan, modernisasi pertanian masih menjadi salah satu kendala yang perlu dibenahi di Sulawesi Tengah.
“Yang masih kurang itu modernisasi pertanian. Maka, saya bilang ke Kepala Dinas Pertanian, fokus setiap tahun anggarkan untuk pembelian alat, nanti kita bentuk namanya brigade pertanian,” kata Anwar Hafid.
Ia menyebut, brigade pertanian rencananya akan dibentuk di dua wilayah, yakni Kabupaten Banggai dan Kabupaten Parigi Moutong.
Pada kegiatan tersebut, Anwar Hafid juga menyerahkan bantuan kepada petani berupa enam unit mesin combine harvester serta benih padi dan jagung.
Modernisasi pertanian, kata dia, diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
“Itu cita-cita saya dan pak bupati bagaimana memajukan pertanian di Sulawesi Tengah karena kita mau jadi lumbung pangan nasional,” ungkapnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Helmi Liana














