PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memperluas program bantuan seragam sekolah gratis kepada siswa madrasah.
Pada tahun ajaran 2026–2027, bantuan tersebut menyasar 2.380 siswa baru Madrasah Tsanawiyah (MTs).
“Kita akan menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa MTs sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah saat ini,” kata Bupati Parimo, H. Erwin Burase, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pada tahun pertama pelaksanaan program, bantuan seragam gratis diberikan kepada murid baru SD dan SMP di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kemudian, Pemda Parimo menerima masukan agar bantuan serupa juga diberikan kepada siswa madrasah.
Untuk tahap awal, perluasan program menyasar murid baru MTs. Selanjutnya, Pemda Parimo merencanakan pemberian bantuan seragam gratis bagi murid baru Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada 2027.
“Insyaallah tahun depan siswa ibtidaiyah juga akan diberikan seragam sekolah gratis, diberlakukan sama dengan siswa SD dan SMP sekolah umum,” ujarnya.
Erwin mengatakan, pendidikan menjadi salah satu sektor yang perlu diprioritaskan dalam kebijakan anggaran daerah.
Karena itu, alokasi anggaran perlu lebih difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Penyerahan simbolis bantuan seragam gratis bagi murid baru MTs tersebut, dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Bersama Kembali Anak ke Sekolah di halaman Kantor Bupati Parimo.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Sunarti, mengatakan program bertema Satu Seragam untuk Sejuta Mimpi Anak Parigi Moutong itu, merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah yang diinisiasi Bupati dan Wakil Bupati sejak 2025.
Pada 2025, seragam sekolah gratis disalurkan kepada 15.540 murid baru SD dan SMP yang tersebar di seluruh kecamatan di Parimo. Bantuan tersebut meliputi baju, celana atau rok, topi, dan dasi.
“Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus mendukung pemerataan kesempatan bagi anak-anak untuk memulai pendidikan dengan perlengkapan sekolah yang layak,” pungkas Sunarti.
Baca berita lainnya di Google News
















