DONGGALA, theopini.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulawesi Tengah terus berkomitmen meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah (IID) lewat pembinaan pengelolaan inovasi daerah.
Tidak hanya lingkup Pemerintah Provinsi, BRIDA juga mendorong peningkatan nilai IID di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, salah satunya Donggala.
Baca Juga: BRIDA Sulteng Raih Penghargaan Terbaik II Penanganan Stunting Di Sigi
Apalagi, nilai IID Kabupaten Donggala pada 2024 hanya mencapai 6,1 dengan kategori kurang inovatif.
“Di Sulawesi Tengah masih terdapat empat kabupaten yang masuk kategori kurang inovatif, yakni Donggala, Buol, Banggai Kepulauan dan Poso,” ungkap Kepala Bidang Riset, Inovasi, dan Teknologi Daerah BRIDA Sulawesi Tengah, Hasim R, di Donggala, Kamis, 13 Februari 2025.
Ia berharap, gencarnya pendampingan dan pembinaan ini dapat meningkatkan nilai IID seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah pada 2025.
Dalam aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terdapat lima kategori yang menjadi inisiator inovator inovasi daerah, yakni gubernur, perangkat daerah, DPRD, ASN dan masyarakat.
“Kapan inovasi tersebut disebut inovasi daerah, ketika kepala daerah melalui surat keputusan menyebutkan inovasi ini adalah inovasi daerah,” jelasnya.
Ia menyebut, IID terbagi menjadi dua aspek, yaitu satuan pemerintah daerah dan inovasi. Di mana, terdapat delapan variabel dan 36 indikator yang harus dipenuhi.
Baca Juga: BRIDA Sulteng Jadi OPD Ke 4 Canangkan Pembangunan Zona Integritas
Beberapa indikator yang harus dipenuhi dalam inovasi yang diajukan, di antaranya regulasi inovasi daerah, Bimbingan Teknis (Bimtek) inovasi dan keterlibatan aktor inovasi.
“Selain itu, pelaksanaan inovasi daerah, jejaring inovasi, sosialisasi inovasi daerah,” pungkasnya.







Komentar