the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

14 Desa di Moutong Terpapar Malaria, Tambang Ilegal Disebut Penyebab Utama

the OPINIbythe OPINI
15 September 2025
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
15 September 2025
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Parimo Perpanjang Status Siaga Malaria hingga Maret 2026

Ilustrasi AI

Baca Juga

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Parimo Jadi Kabupaten Pertama di Sulteng Terapkan KKN Tematik Integrasi NIB-NOP

PARIMO, theopini.id – Persebaran malaria di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah semakin mengkhawatirkan.

Puskesmas Moutong mencatat, 14 desa telah terpapar penyakit tersebut, dengan kasus tertinggi di Desa Lobu yang dikenal sebagai kawasan pertambangan emas ilegal.

Baca Juga: Tambang Ilegal Moutong: Pemodal Untung, Warga Terancam Malaria dan Bencana

Kepala Puskesmas Moutong, Yasir Syam, S.KM, mengatakan berdasarkan hasil penelitian tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan temuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah, persebaran nyamuk malaria memang ditemukan di sejumlah desa sekitar kawasan pertambangan.

“Memang awalnya itu dibawa dari luar (penambang yang masuk), kemudian juga disebabkan kubangan bekas galian tambang yang menjadi tempat nyamuk bertelur,” jelasnya kepada media ini via WhatsApp, Senin 15 September 2025.

Menurutnya, berbagai upaya pencegahan untuk meminimalisir persebaran malaria telah dilakukan. Namun, langkah itu tidak bisa dijalankan hanya oleh petugas kesehatan.

“Kami sudah lakukan sosialisasi dan edukasi. Petugas lapangan juga sudah membagikan kelambu untuk masyarakat, terutama di desa yang ditemukan banyak kasus malaria,” terangnya.

Ia menambahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Pemerintah Kecamatan, Desa, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa untuk bersama-sama melakukan pencegahan secara terpadu.

“Diusulkan segera bangun Posko Kesehatan untuk mengecek orang yang masuk keluar tambang itu, kalau mereka malaria akan segera ditangani, agar penyebarannya bisa diantisipasi,” tandasnya.

Ia menyebut, kepedulian dan dukungan semua pihak sangat diharapkan, sebab jika tidak ada upaya bersama, akan sulit menekan penyebaran malaria.

“Kalau kena sama ibu hamil berbahaya, maka ini yang kami harapkan agar semua saling mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Program Malaria Puskesmas Moutong, Hanny Ramdhiana, S.Tr.Keb, mencatat hingga kini terdapat 123 kasus malaria yang terinput dalam sistem.

Penyebaran tidak hanya terjadi pada warga lokal, tetapi juga pendatang dari Sulawesi Barat (Sulbar), Boalemo (Gorontalo), Jakarta, dan Kota Palu.

“Ada yang ber-KTP di luar Moutong, mereka datang untuk bekerja di tambang,” ungkapnya.

Ia menyebut, sebanyak 850 kelambu sudah dibagikan ke masyarakat, terutama di Dusun 1–5 Desa Lobu.

Pendistribusian juga mencakup para pendatang yang bekerja kontrak maupun tinggal di lokasi tambang, meski pembagian tersebut belum merata.

“Dusun 1–5 di Desa Lobu itu kami kasi termasuk pendatang, yang kontrak atau mereka pakai di lokasi tambang. Meskipun belum merata,” jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan rumah ke rumah juga dilakukan. Jika ditemukan kasus malaria, seluruh keluarga dan lingkungan sekitarnya akan ikut diperiksa serta segera mendapat penanganan.

“Maka langkah cepat untuk antisipasi kami melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah. Atau yang kami dapat positif kami periksa semua di sekitar. Kalau terdiagnosa positif kita kawal sampai ke Puskesmas. Kalau tidak terdiagnosa kami bekali vitamin,” terangnya.

Meski demikian, Hanny mengakui pemeriksaan massal terhadap pekerja tambang masih sulit dilakukan. “Kalau yang itu butuh kerja sama lintas sektor,” katanya.

Baca Juga: Kemenkes: Lahan Bekas Tambang Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Malaria di Parimo

Berdasarkan data Puskesmas Moutong, 14 desa yang terpapar malaria di antaranya Lobu, Moutong Utara, Moutong Tengah, Moutong Timur, Salepae, Boloung Olonggata, Labuan, Moutong Barat, Olonggata, Belang-Mbelang, Sialopa, Gio Induk, dan Gio Barat.

Sejalan dengan itu, informasi yang dihimpun theopini.id menyebut, aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Moutong masih marak. Sejumlah nama yang diduga terlibat berinisial NWR, RL alias Om JL, H ED, MT, dan DG ARS. Lokasi tambang tersebar di Bengka, Tagena, Nasalane, hingga Lemo, yang juga berdekatan dengan desa-desa terdampak malaria.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
ShareSendTweet
Previous Post

Korban Selamat dari Pembacokan di Moutong, Pelaku Ditahan Polisi

Next Post

Anwar Hafid Dorong Percepatan Ekonomi Lewat Penyerapan Anggaran Daerah

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

15 Oktober 2026
Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

Bupati Parimo Evaluasi Pemanfaatan PID, 740 Sekolah Jadi Sasaran Digitalisasi

13 Oktober 2026
DPRD Parimo Minta Majelis Kode Etik ASN Putuskan Kasus Secara Objektif

DPRD Parimo Minta Majelis Kode Etik ASN Putuskan Kasus Secara Objektif

12 Oktober 2026
Anwar Hafid: Tambang Emas Harus Menghidupi Rakyat Buol, Bukan Orang Luar

Anwar Hafid: Tambang Emas Harus Menghidupi Rakyat Buol, Bukan Orang Luar

12 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

15 Oktober 2026
Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

15 Oktober 2026
Parimo Jadi Kabupaten Pertama di Sulteng Terapkan KKN Tematik Integrasi NIB-NOP

Parimo Jadi Kabupaten Pertama di Sulteng Terapkan KKN Tematik Integrasi NIB-NOP

15 Oktober 2026
Hilang Kontak Saat Melaut, Tiga Nelayan di Bangkep Ditemukan Selamat

Hilang Kontak Saat Melaut, Tiga Nelayan di Bangkep Ditemukan Selamat

15 Oktober 2026
Kapolda Rizal Irawan: Alam Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang

Kapolda Rizal Irawan: Alam Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang

14 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.7 M Guncang 193 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR

11 Oktober 2026
Sekda Parimo: Promosi Jabatan Harus Berbasis Kinerja dan Potensi

Sekda Parimo: Promosi Jabatan Harus Berbasis Kinerja dan Potensi

12 Oktober 2026
Wagub Reny Minta Pusat Bantu Renovasi 220 Puskesmas di Sulteng

Wagub Reny Minta Pusat Bantu Renovasi 220 Puskesmas di Sulteng

9 Oktober 2026
Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

13 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d