the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ragam

Prof Zainal Abidin Peringatkan Ancaman Konflik Agama di Era Globalisasi

the OPINIbythe OPINI
13 Desember 2025
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
13 Desember 2025
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
Prof Zainal Abidin Peringatkan Ancaman Konflik Agama di Era Globalisasi

Perayaan Natal Nasional dan Moderasi Beragama di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, 13 Desember 2025. (Foto: IST)

Baca Juga

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

SORONG, theopini.id – Derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi dinilai berpotensi memicu konflik bernuansa agama jika tidak diimbangi dengan penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Agama itu bersifat ambivalen. Ia bisa menjadi pelopor perdamaian, tetapi juga sangat rentan dijadikan api penyulut konflik,” ujar Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag dalam Perayaan Natal Nasional dan Moderasi Beragama di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, 13 Desember 2025.

Baca Juga: FKUB Sulteng Tekankan Kewaspadaan Ujaran Keagamaan di Era Digital

Ia menilai, perkembangan teknologi digital membuat informasi, termasuk yang keliru dan provokatif, menyebar sangat cepat lintas wilayah bahkan lintas negara.

“Isu SARA dari satu daerah bisa dengan mudah berpindah ke daerah lain. Jika menyangkut agama, dampaknya jauh lebih luas karena sentimen keagamaan melampaui batas-batas negara,” jelasnya.

Tokoh nasional pemerhati moderasi beragama itu menegaskan pentingnya peran seluruh pemuka agama, mulai dari ulama, kiai, pendeta, hingga tokoh lintas iman, dalam membumikan nilai-nilai kerukunan secara nyata di masyarakat.

Mengutip pemikiran Hans Küng, Prof Zainal mengingatkan, perdamaian global hanya mungkin terwujud jika umat beragama hidup rukun dan harmonis.

“Tidak ada perdamaian dunia jika tidak ada perdamaian agama. Karena itu, membangun kerukunan antarumat beragama adalah kunci utama menjaga Indonesia tetap damai,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa konflik keagamaan umumnya bermula dari masyarakat lapisan bawah, bukan dari kalangan elit, kecuali jika konflik tersebut ditunggangi kepentingan politik.

“Kerukunan tidak cukup dibicarakan di forum-forum elit atau seminar. Justru yang paling penting adalah membangun kesadaran di tingkat akar rumput,” tegasnya.

Dalam menghadapi tantangan global tersebut, Prof Zainal memaparkan sejumlah pilar kerukunan, diawali dengan sikap menerima perbedaan sebagai keniscayaan.

“Kerukunan tidak lahir dari penghapusan perbedaan, karena itu mustahil. Kerukunan tumbuh dari pengakuan dan penghargaan terhadap perbedaan,” jelasnya.

Baca Juga: Silatnas FKUB Perkuat Jejaring Lintas Agama untuk Cegah Konflik SARA

Ia menambahkan, penguatan persamaan, sikap saling percaya, saling memahami, serta pengamalan moderasi beragama menjadi kunci mencegah konflik di era globalisasi.

“Moderasi beragama adalah cara beragama yang damai, tidak ekstrem, toleran, dan menghargai perbedaan. Inilah benteng utama menghadapi tantangan konflik global berbasis agama,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #FKUBSulteng#ProfZainalAbidin#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Pemda Banggai Dorong Remaja Berdaya Saing lewat Program Duta Genre

Next Post

Festival To Marawola Dorong Ekonomi Lokal, Bupati Sigi Pastikan Jadi Agenda Tahunan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

30 Agustus 2026
Ketua PHDI Parimo: Ngaben Mengingatkan Kita Semua pada Kematian

Ketua PHDI Parimo: Ngaben Mengingatkan Kita Semua pada Kematian

29 Agustus 2026
Pascabanjir Bandang Avolua, 57 Rumah Terdampak dan 14 KK Masih Mengungsi

Pascabanjir Bandang Avolua, 57 Rumah Terdampak dan 14 KK Masih Mengungsi

28 Agustus 2026
PMI Parimo Salurkan Bantuan Logistik dan Shelter untuk Warga Avolua

PMI Parimo Salurkan Bantuan Logistik dan Shelter untuk Warga Avolua

28 Agustus 2026
Bupati Erwin Dukung Raker FKPP Parimo dan Persiapan Hari Santri Nasional

Bupati Erwin Dukung Raker FKPP Parimo dan Persiapan Hari Santri Nasional

27 Agustus 2026
Pemkot Palu Petakan Gangguan Kamtibmas, Wawali Imelda Soroti Judol

Pemkot Palu Petakan Gangguan Kamtibmas, Wawali Imelda Soroti Judol

25 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Butuh Penanganan Cepat, Banjir di Kasimbar Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

31 Agustus 2026
Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

Dua Residivis Kembali Tersandung Kasus Sabu di Luwuk, Salah Satunya Oknum ASN

31 Agustus 2026
Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

Target Sulteng Tuntas Listrik 2028, Gubernur Anwar Hafid Siapkan Skema Listrik Tenaga Surya

31 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 50 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

31 Agustus 2026
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Sulteng Perkuat Kesiapsiagaan Daerah

Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Sulteng Perkuat Kesiapsiagaan Daerah

31 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Bangun Buol, Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Dibangun

Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Bangun Buol, Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Dibangun

25 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 83 km BaratDaya LABUHA-MALUT

29 Agustus 2026
KKP Alokasikan Rp36,7 Miliar untuk Delapan Kampung Nelayan di Parimo

KKP Alokasikan Rp36,7 Miliar untuk Delapan Kampung Nelayan di Parimo

26 Agustus 2026
Jerman Siap Jembatani Investasi ke Sulteng, Sektor Mineral hingga Perkebunan Jadi Sasaran

Jerman Siap Jembatani Investasi ke Sulteng, Sektor Mineral hingga Perkebunan Jadi Sasaran

27 Agustus 2026
Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d