PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) dr. Reny A. Lamadjido menekankan besarnya aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah harus diikuti dengan manfaat nyata bagi masyarakat, penerimaan daerah, serta perlindungan lingkungan.
“Kami sangat senang sekali ada tambang-tambang di Sulawesi Tengah, tetapi yang kami harapkan adalah manfaatnya juga dirasakan masyarakat, termasuk melalui penerimaan daerah dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Reny saat menghadiri Jambore Pertambangan Sulawesi Tengah 2026 di Kota Palu, Selasa, 22 September 2026.
Ia mengatakan, Sulawesi Tengah memiliki potensi pertambangan yang sangat besar. Berdasarkan data per September 2026, terdapat 151 izin pertambangan mineral logam serta 293 izin mineral bukan logam dan batuan di daerah tersebut.
Menurutnya, besarnya jumlah izin pertambangan tersebut tidak hanya menunjukkan potensi ekonomi, tetapi juga tanggung jawab pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai aturan.
“Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi, sekaligus besarnya tanggung jawab kita dalam memastikan kegiatan pertambangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Wagub Reny juga mengingatkan, agar pertumbuhan sektor pertambangan tidak mengabaikan aspek lingkungan.
Menurutnya, aktivitas pertambangan harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak meninggalkan persoalan yang kemudian ditanggung masyarakat dan generasi mendatang.
“Jangan sampai setelah mereka membuat seperti itu, ke belakang hari berubah lagi seperti yang tidak kita harapkan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan menjaga keadaan dari tambang ini sendiri,” ujarnya.
Selain lingkungan, ia menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan pertambangan. Para Kepala Teknik Tambang diminta tidak hanya memastikan kegiatan operasional berjalan secara teknis, tetapi juga membangun budaya keselamatan, kepatuhan, profesionalisme, dan keberlanjutan.
“Kalau kita berbicara lingkungan, kita tidak berbicara lingkungan alam saja, tetapi mungkin lingkungan kerja juga,” tegasnya.
Ia menegaskan, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas dalam setiap kegiatan pertambangan.
“Tidak ada target produksi yang sebanding dengan satu nyawa manusia,” katanya.
Reny mengatakan, Sulawesi Tengah masih menjadi daerah yang menarik bagi investor. Karena itu, investasi di sektor pertambangan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menilai, keterlibatan generasi muda penting untuk membangun pemahaman bahwa sumber daya alam yang dikelola saat ini merupakan bagian dari masa depan Sulawesi Tengah.
“Tambang boleh selesai, sumber daya boleh berkurang, tetapi manfaat pembangunan harus tetap hidup. Masyarakat semakin sejahtera, lingkungan tetap terjaga, dan generasi mendatang menerima warisan pembangunan yang layak untuk dilanjutkan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira














