GORONTALO, theopini.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menyiapkan 1.500 masker gratis bagi masyarakat untuk mengantisipasi risiko kesehatan, akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pembagian masker diprioritaskan bagi pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar rumah, menyusul penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan.
Kepala BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengatakan kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik di wilayah setempat maupun kiriman dari daerah lain.
“Wilayah udara Provinsi Gorontalo, khususnya Kota Gorontalo, saat ini sedang dilanda kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan. Selain dari wilayah lokal, berdasarkan rilis pers BMKG, dampaknya juga berasal dari karhutla di Kalimantan dan Papua yang sampai ke Gorontalo,” ujar Hendry, Minggu, 18 Oktober 2026.
Ia mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk membantu mengurangi paparan partikel asap terhadap masyarakat.
Upaya tersebut, menyusul informasi dari Dinas Kesehatan mengenai penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan.
“Hari ini kita targetkan ada sekitar 1.500 masker yang dibagikan kepada masyarakat. Kami mengimbau warga untuk selalu menggunakannya saat beraktivitas di luar rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat dampak kabut asap ini,” katanya.
Hendry mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti Gorontalo.
Warga juga diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah, apabila kondisi udara semakin mengganggu.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap, pembagian masker tersebut dapat membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap risiko kesehatan akibat penurunan kualitas udara.
Upaya perlindungan diri perlu dilakukan selama kondisi udara belum membaik, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin















