PARIMO, theopini.id — Rumah Sakit Ibu dan Bayi (RSIA) Defina, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, meminta pemerintah memprioritaskan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bagi fasilitas kesehatan.
Permintaan ini, disampaikan di tengah sulitnya memperoleh solar untuk mengoperasikan generator set (genset) saat terjadi pemadaman listrik.
“Kami kesulitan mendapatkan solar untuk mengoperasikan genset ketika terjadi pemadaman listrik,” ungkap Owner RSIA Defina, dr. Abdul Karim, di Parigi, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia mengatakan, ketersediaan solar sangat penting untuk menjaga pelayanan rumah sakit tetap berjalan ketika pasokan listrik terputus.
Jika genset tidak dapat dioperasikan, pelayanan pasien rawat inap hingga tindakan medis lanjutan, termasuk operasi, dikhawatirkan terganggu.
Menurut Abdul Karim, fasilitas kesehatan membutuhkan pasokan listrik untuk menunjang pengoperasian berbagai peralatan medis.
Karena itu, ketersediaan BBM untuk genset menjadi salah satu kebutuhan penting agar pelayanan kepada pasien tidak terhambat saat terjadi pemadaman.
“Kami terpaksa beli solar di pengecer dengan harga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Karena di SPBU susah didapat,” ujarnya.
Ia menyebut, solar kini semakin sulit ditemukan. Bahkan, meskipun bersedia membeli dengan harga lebih tinggi, pihak rumah sakit tetap kesulitan mendapatkan BBM tersebut.
Abdul Karim menduga kelangkaan solar dimanfaatkan pihak tertentu untuk meraih keuntungan dengan menimbun BBM dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Namun, dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Kami tidak pernah dikasih di SPBU itu. Kayaknya ada yang main, ditimbun dan dijual kembali sama kita dengan harga tinggi,” katanya.
Atas kondisi tersebut, ia meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dan pengawasan distribusi solar agar kebutuhan fasilitas kesehatan dapat terpenuhi, terutama ketika pemadaman listrik masih berlangsung.
“Harapan kami bisa diprioritaskan. Karena ini demi kepentingan umum untuk keselamatan pasien, terutama rumah sakit,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














