Tag: #PackingHouseDurian

  • Belum Semua Packing House Durian Kantongi Sertifikat Mutu dan Keamanan Pangan

    Belum Semua Packing House Durian Kantongi Sertifikat Mutu dan Keamanan Pangan

    PARIMO, theopini.idDinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyebut belum seluruh packing house durian di daerah setempat mengantongi sertifikat mutu dan keamanan pangan sebagai syarat penjaminan kualitas komoditas.

    “Dari 17 packing house durian, belum semuanya memiliki sertifikat mutu dan keamanan pangan,” kata Kepala Dinas Ketapang Parimo, Sofiana Pandean di Parigi, Rabu, 13 Mei 2026.

    Menurut dia, sertifikat mutu dan keamanan pangan merupakan dokumen penting yang wajib dimiliki pelaku usaha untuk memastikan produk durian yang dipasarkan aman dikonsumsi serta memenuhi standar distribusi.

    Ia menjelaskan, kepemilikan sertifikat tersebut juga menjadi salah satu persyaratan dalam pengurusan perizinan usaha, termasuk untuk distribusi antardaerah maupun kebutuhan ekspor.

    “Untuk mendapatkan sertifikat itu, dilakukan pengujian terhadap buah durian guna mengetahui kandungan residu pestisidanya. Jika hasil pengujian dinyatakan aman dan tidak melebihi ambang batas, maka sertifikat dapat diterbitkan,” jelasnya.

    Sofiana menambahkan, pihaknya belum lama ini turut mendampingi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pelaksanaan uji mutu dan keamanan pangan di packing house PT Pondok Durian Sulawesi.

    “Hal itu memang menjadi tugas dan fungsi dinas kami terkait mutu dan keamanan pangan. Hasil uji di Pondok Durian Sulawesi sudah keluar, dan sekitar 95 persen duriannya dinyatakan baik,” ujarnya.

    Berdasarkan data Dinas Ketapang Parimo, sejumlah packing house yang telah memiliki sertifikat mutu dan keamanan pangan di antaranya PT Silvia Amerta Jaya, PT Amar Durian, dan PT Indonesia Mixing Fruit Textile (IMFT).

    Selain itu, terdapat pula packing house di Kecamatan Kasimbar yang telah mengantongi sertifikat serupa.

    Olehnya, Dinas Ketapang Parimo mendorong seluruh pelaku usaha segera mengurus sertifikat mutu dan keamanan pangan, guna mendukung standar mutu produk lokal.

    “Untuk mendorong hal itu, kami aktif turun langsung ke packing house untuk melakukan uji mutu pangan. Memang penerbitan sertifikat bukan kewenangan kami, tetapi hasil pengujian kami kirim ke provinsi,” katanya.

    Ia mengatakan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada pelaku usaha lokal terkait pentingnya sertifikat mutu dan keamanan pangan.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Abdul Sahid: Packing House Jadi Kunci Durian Parimo Tembus Pasar Global

    Abdul Sahid: Packing House Jadi Kunci Durian Parimo Tembus Pasar Global

    PARIMO, theopini.id — Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Abdul Sahid, menegaskan fasilitas packing house menjadi kunci dalam mendorong komoditas durian daerah menembus pasar global, melalui penguatan hilirisasi sektor pertanian.

    “Dengan sistem pengolahan yang baik, kita optimistis durian Parimo mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan,” ujar Abdul Sahid saat membacakan sambutan Bupati pada peresmian packing house di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Jum’at, 27 Maret 2026.

    Peresmian fasilitas milik PT. Pondok Durian Sulawesi tersebut, menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing durian melalui penguatan sektor pascapanen.

    Wabup Sahid menjelaskan, durian Parimo memiliki keunggulan dari segi rasa, aroma, dan tekstur. Namun, tantangan utama selama ini terletak pada peningkatan kualitas pascapanen, akses pasar, serta pemenuhan standar ekspor.

    Menurutnya, kehadiran packing house tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengemasan, tetapi juga sebagai pusat peningkatan kualitas melalui proses sortasi, grading, hingga pengemasan modern berstandar ekspor.

    Pemerintah daerah juga mencatat capaian positif dalam ekspor durian. Pada 2023, ekspor perdana sebanyak 22 ton berhasil dikirim ke Thailand dan berlanjut pada 2024.

    Bahkan, pada Februari 2026, durian Parimo untuk pertama kalinya menembus pasar Tiongkok dengan volume 27 ton.

    Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produk lokal.

    Abdul Sahid menegaskan, Pemda Parimo akan terus mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis agribisnis dan hilirisasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Ia juga berharap, kehadiran PT. Pondok Durian Sulawesi dapat memberikan dampak luas terhadap peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan petani, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan.

    “Pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, mempermudah perizinan, serta mendukung pembangunan infrastruktur penunjang,” tambahnya.

    Peresmian packing house yang juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid ini, menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Parimo sebagai salah satu sentra durian unggulan yang siap bersaing di pasar global.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Anwar Hafid: Jangan Hambat Investor, Parimo Bisa Kehilangan Peluang Kerja

    Anwar Hafid: Jangan Hambat Investor, Parimo Bisa Kehilangan Peluang Kerja

    PARIMO, theopini.id Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), agar peluang kerja tidak hilang ke daerah lain.

    “Dalam satu packing house bisa menyerap 200 tenaga kerja, dari mana pemerintah bisa seperti itu. Kalau dikasih repot di Parigi ini, Poso dan Kota Palu bisa dibangun (packing house),” ujar Anwar Hafid saat meresmikan packing house PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Jum’at, 27 Maret 2026.

    Ia menegaskan, salah satu tugas utama pemerintah daerah adalah menciptakan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat, yang dapat diwujudkan melalui pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

    Menurutnya, kehadiran packing house durian di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan menjadi contoh konkret peran investor dalam mendorong ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak menghambat masuknya investasi.

    “Bagaimana rakyatnya sejahtera, bagaimana rakyatnya aman. Makanya, dibentuk eksekusi, legislatif dan yudikatif,” katanya.

    Anwar menjelaskan, pemerintah daerah idealnya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengambil peran dalam pembangunan, termasuk dalam sektor pengolahan komoditas unggulan seperti durian.

    “Jadi kalau masyarakat sudah buat begini, berarti tugas pemerintah sudah dia kerjakan. Untuk itu, dukung dia sebesar-besarnya,” imbuhnya.

    Ia juga mengisahkan kebijakan yang pernah diterapkannya saat mendorong investasi di Morowali, dengan memberikan kemudahan bagi investor agar pembangunan dapat segera berjalan.

    “Saya bilang sama pengusaha, kau datang ke sini tidak usah urus izin, nanti jadi baru urus izinmu,” ungkapnya.

    Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa kemudahan bagi investor tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap petani dan tenaga kerja.

    “Kalau tidak membayar durian petani dan tidak membayar gaji tenaga kerja, saya pertama yang akan menutup packing house,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengajak investor masuk ke Parigi Moutong guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi.

    Ia menyebut, peluang pengembangan durian sangat besar, terutama karena tingginya minat pasar internasional terhadap durian asal Parimo.

    “Banyak informasi yang kita dapat, mereka suka dengan durian Parigi Moutong. Makanya saya dorong ini,” katanya.

    Selain itu, ia meminta seluruh proses perizinan di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat dipercepat.

    “Kalau ada yang halang-halangi, lapor ke saya,” ujarnya.

    Gubernur Anwar Hafid berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah serta seluruh pihak, agar pengembangan sektor durian dapat berjalan optimal, dengan tetap menjaga kualitas dan stabilitas harga demi kesejahteraan petani.

    “Saya juga berharap agar harga durian dijaga agar tetap stabil, tidak hanya kuantitas, tapi kualitasnya juga,” pungkasnya.

    Baca berita berita lainnya di Google News

  • DPRD Parimo Soroti Asal Durian di Packing House, Dorong Peningkatan PAD

    DPRD Parimo Soroti Asal Durian di Packing House, Dorong Peningkatan PAD

    PARIMO, theopini.idAnggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Arnol Aholai, menyoroti perkembangan industri packing house komoditas durian di daerah tersebut.

    Ia mengingatkan pemerintah daerah, agar tidak euforia dengan capaian ekspor durian tanpa memastikan asal buah yang dipasarkan benar-benar berasal dari petani lokal.

    “Yang harus kita pastikan di sini, apakah semua durian di packing house itu murni hasil petani lokal kita,” ujar Arnol dalam rapat paripurna DPRD Parimo dengan agenda penyampaian laporan hasil Panitia Kerja (Panja) terkait perkembangan industri packing house durian di daerah itu, Selasa, 10 Maret 2026.

    Menurutnya, data mengenai asal buah durian sangat penting karena akan berkaitan langsung dengan upaya DPRD, dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor komoditas durian, yang menjadi salah satu potensi unggulan Parimo.

    Ia menilai, jika dalam praktiknya banyak durian yang berasal dari luar daerah, maka pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produksi lokal, salah satunya melalui penyediaan lahan tanam.

    “Ini harus segera diproyeksikan agar peningkatan ekspor durian dari daerah kita juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Politisi Partai Perindo itu menegaskan, pada dasarnya DPRD mendukung keberlanjutan investasi serta aktivitas ekspor durian di Kabupaten Parimo.

    Namun demikian, pemerintah daerah juga perlu memastikan adanya kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

    Arnol mendorong pemerintah untuk segera merumuskan solusi serta regulasi, terkait potensi retribusi yang bisa diperoleh daerah dari aktivitas packing house.

    Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah baru memperoleh pemasukan dari pajak bangunan packing house, sementara aktivitas ekonominya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

    “Kondisi ini jangan sampai hanya menjadikan Kabupaten Parimo sebagai lokasi pembangunan packing house bagi investor, tanpa memberi dampak nyata bagi daerah,” ujarnya.

    Arnol berharap hal tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, agar pertumbuhan ekonomi dari sektor durian dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pendapatan daerah.

    Selain itu, ia juga menyatakan persetujuannya terhadap laporan Panja DPRD Parimo terkait penguatan aturan dan regulasi perizinan packing house di daerah, termasuk pemberhentian aktivitas bagi perusahaan yang melanggar ketentuan.

    Baca berita lainnya di Google News