Tag: #Program9BERANI

  • Gubernur Sulteng Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Perkuat Komitmen Pelayanan Publik

    Gubernur Sulteng Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Perkuat Komitmen Pelayanan Publik

    PALU, theopini.id Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Anwar Hafid, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kinerja serta memperkuat komitmen, dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

    Menurutnya, sebanyak 22.126 ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dibiayai oleh negara memiliki satu tujuan utama, yakni melayani masyarakat secara maksimal dan bertanggung jawab.

    Baca Juga: Inovasi Jadi Motor Perubahan Pelayanan Publik di Parimo

    “Negara membiayai kita bukan tanpa tujuan. Rakyat hanya membutuhkan dua hal dalam pelayanan, yaitu kepastian dan kesungguhan. Tolong, jika ada masyarakat yang mengadu, layani sesuai dengan kemampuan kita,” kata Anwar Hafid saat memimpin Apel Gabungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Lapangan Kantor Gubernur, Kota Palu, Senin pagi, 5 Januari 2025.

    Ia menekankan bahwa pola kerja ASN ke depan harus bersifat kolektif, bukan individual. Mulai dari kepala dinas hingga staf, seluruh ASN diminta bekerja sebagai satu tim untuk mencapai target pembangunan daerah pada 2026.

    Untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mengaktifkan Command Center sejak malam pergantian tahun.

    Langkah ini, menjadi bagian dari upaya percepatan pelayanan publik sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah dalam memasuki era digitalisasi pemerintahan pada 2026.

    Melalui Command Center tersebut, setiap pertanyaan, laporan, maupun keluhan masyarakat akan diterima oleh operator dan diteruskan secara cepat serta tepat kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti.

    “Tindak lanjut atas respons terhadap masyarakat ini akan berpengaruh pada penilaian kinerja, termasuk dalam penambahan penghasilan aparatur,” ungkapnya.

    Selain itu, Gubernur Anwar Hafid meminta seluruh ASN meningkatkan disiplin, khususnya dalam kepatuhan terhadap jam kerja. Ia juga mengingatkan perangkat daerah untuk memahami dan mengimplementasikan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni 9 Berani.

    Program tersebut meliputi Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Menyala, Berani Berdering, Berani Berintegritas, dan Berani Berkah.

    Baca Juga: Bupati Amirudin Dorong Pelayanan Publik Optimal lewat Kantor Pemerintahan Baru

    “Seluruh ASN harus menjadi penggerak utama keberhasilan 9 Berani. Ini bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.

    Anwar Hafid juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sikap sebagai aparatur negara, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Catatan Akhir Tahun 2025: 212,56 Km Jalan Dibangun, Konektivitas Wilayah Sulteng Diperkuat

    Catatan Akhir Tahun 2025: 212,56 Km Jalan Dibangun, Konektivitas Wilayah Sulteng Diperkuat

    PALU, theopini.idPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menutup 2025, dengan fokus kuat pada perbaikan aksesibilitas wilayah sebagai prasyarat utama peningkatan pelayanan publik.

    Sepanjang tahun ini, total 212,56 kilometer jalan berhasil ditangani melalui Program Berani Lancar, yang menjadi penggerak utama sembilan agenda pembangunan Pemerintahan BERANI (Bersama Anwar–Reny).

    Baca Juga: Gubernur Sulteng Tekankan Penurunan Kemiskinan di Bangkep Lewat Program 9 BERANI

    “Kalau akses jalannya tidak baik, maka pelayanan pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan sampai ekonomi masyarakat pasti terganggu. Karena itu, Berani Lancar kami tempatkan sebagai fondasi dari seluruh program BERANI,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam Live Podcast Akhir Tahun bertajuk “Setahun 9 Program BERANI, dari Janji Menjadi Bukti” di Kota Palu, Senin, 29 Desember 2025.

    Ia menegaskan, sembilan program BERANI dirancang saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

    Menurutnya, keberhasilan program seperti Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Panen Raya, hingga Berani Tangkap Banyak sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan yang memadai.

    “Tidak ada program yang berdiri sendiri. Jalan itu urat nadi. Tanpa konektivitas yang baik, semua program unggulan akan tersendat di lapangan,” tegas Anwar Hafid.

    Berdasarkan data Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah, penanganan jalan sepanjang 2025 dilakukan di berbagai kabupaten dan kota, mulai dari Poso, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Morowali, Morowali Utara, Buol, Banggai, Tolitoli hingga Kota Palu.

    Penanganan meliputi rekonstruksi, rehabilitasi, pemeliharaan rutin, hingga penanganan darurat akibat bencana, termasuk pembangunan dan perbaikan jembatan.

    “Banyak ruas yang kita tangani adalah akses utama masyarakat ke sekolah, puskesmas, rumah sakit, sentra produksi pertanian dan perikanan. Ini yang menjadi prioritas kami,” jelasnya.

    Anwar Hafid juga tidak menutup mata terhadap keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, APBD Sulawesi Tengah harus dibagi secara proporsional untuk mendukung seluruh program prioritas, sehingga tidak semua ruas jalan bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

    “Kita sadar kemampuan fiskal terbatas. Tapi prinsip kami jelas, pekerjaan yang sudah dimulai tidak boleh berhenti di tengah jalan. Semua akan dilanjutkan sampai tuntas,” katanya.

    Memasuki 2026, Pemprov Sulawesi Tengah akan melanjutkan penguatan Berani Lancar melalui skema pembangunan multiyears, khususnya untuk ruas-ruas strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

    Di antaranya Jalan Lingkar Kepala Burung di Banggai, jalan lingkar Pulau Togean, serta pembukaan jalan potong menuju Buol yang diproyeksikan memangkas waktu tempuh hingga tiga sampai empat jam.

    “Ruas-ruas ini punya dampak besar bagi mobilitas warga dan distribusi ekonomi, jadi harus ditangani secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Selain jalan kewenangan provinsi, Pemprov Sulawesi Tengah juga mendorong pembangunan jalan kabupaten dan desa melalui Program 1.000 Km Tol Desa, berdasarkan usulan dan kebutuhan pemerintah daerah setempat.

    “Tol Desa ini untuk membuka keterisolasian. Kita ingin desa-desa punya akses yang layak agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota,” tambahnya.

    Dalam mendukung percepatan pembangunan, pemerintah provinsi juga memanfaatkan dukungan Inpres Jalan Daerah dari pemerintah pusat serta menjalin kolaborasi dengan dunia usaha, khususnya di wilayah pertambangan dan kawasan industri.

    Baca Juga: Pemerataan Pembangunan Lewat 9 BERANI, Sigi Jadi Prioritas Strategis

    Menutup pernyataannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan, pembangunan jalan adalah investasi sosial jangka panjang bagi keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

    “Saya tidak ingin lagi mendengar cerita warga kesulitan ke sekolah, ke rumah sakit, bahkan ibu melahirkan di jalan karena akses buruk. Itulah esensi Berani Lancar membuka jalan, membuka harapan,” pungkasnya.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Gubernur Sulteng Tegaskan Program 9 BERANI dalam Momentum Maulid Nabi di Poso

    Gubernur Sulteng Tegaskan Program 9 BERANI dalam Momentum Maulid Nabi di Poso

    POSO, theopini.id Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid memanfaatkan momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, untuk menegaskan arah pembangunan daerah melalui Program 9 BERANI.

    “Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat, insyaAllah Program 9 Berani dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Sulawesi Tengah. Bersama-sama kita wujudkan Sulteng Nambaso,” ujar Anwar Hafid saat membuka acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Al-Hijra Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Desa Sintuwulemba, Kabupaten Poso, Sabtu, 20 September 2025.

    Baca Juga: Gubernur Sulteng Ajak Ramaikan Rumah Ibadah dan Perkuat Program BERANI

    Ia memberikan apresiasi kepada PHBI Kabupaten Poso, yang berhasil menyelenggarakan kegiatan penuh makna dengan tema “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Semangat Gotong Royong dalam Keberagaman di Bumi Sintuwulemba.”

    Gubernur Anwar Hafid kemudian merinci beberapa capaian Program 9 BERANI. Di bidang pendidikan, Pemprov Sulawesi Tengah menyalurkan beasiswa bagi 50.000 mahasiswa setiap tahun, membebaskan biaya UKT, serta menggratiskan pendidikan SMA/SMK/SLB tanpa pungutan.

    Melalui BERANI Sehat, seluruh rumah sakit di Sulawesi Tengah kini terintegrasi sehingga masyarakat cukup menggunakan KTP Sulteng untuk mendapatkan layanan gratis.

    Hingga saat ini, tercatat 93.728 warga telah memanfaatkan layanan tersebut dengan nilai klaim mencapai Rp66 miliar.

    Di sektor infrastruktur, program BERANI Lancar menargetkan pembangunan jalan sepanjang 1.000 km, sementara BERANI Menyala fokus pada pemerataan akses listrik hingga 2029, serta BERANI Berdering untuk memperluas jaringan komunikasi.

    Baca Juga: Gubernur Sulteng Ingin Program BERANI Tak Sekadar di Atas Kertas

    Untuk mendukung ketahanan pangan, BERANI Panen Raya dan BERANI Tangkap Banyak terus digalakkan. Sementara penguatan spiritual masyarakat diwujudkan lewat Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji melalui program BERANI Berkah.

    Ia menegaskan, seluruh program tersebut bertujuan menghadirkan pembangunan yang merata, adil, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Gubernur Sulteng Tekankan Penurunan Kemiskinan di Bangkep Lewat Program 9 BERANI

    Gubernur Sulteng Tekankan Penurunan Kemiskinan di Bangkep Lewat Program 9 BERANI

    BANGKEP, theopini.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), menargetkan percepatan pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan melalui penguatan sinergi program, khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan layanan dasar.

    “Kita harus satu pemahaman. Suksesnya Banggai Kepulauan adalah suksesnya Sulawesi Tengah. Karena itu kita bangun komitmen bersama untuk percepatan pembangunan,” tegas Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid, dalam rapat kerja bersama Pemda Bangkep, Selasa, 26 Agustus 2025.

    Baca Juga: Pemda Sigi Canangkan Penurunan Stunting Terintergasi Kemiskinan

    Anwar menekankan target penurunan angka kemiskinan minimal 1 persen per tahun hingga 2029. Fokus pengentasan kemiskinan menurutnya harus seragam, yakni lewat penguatan akses pendidikan dan kesehatan.

    “Program BERANI Cerdas dan BERANI Sehat menjadi fondasi. Pendidikan wajib belajar 12 tahun dan layanan kesehatan berbasis KTP harus dirasakan semua masyarakat,” jelasnya.

    Selain itu, ia menyoroti kebutuhan infrastruktur mendesak di Bangkep, seperti penyelesaian Pelabuhan Salakan, pembangunan jalan provinsi, dan penyediaan air bersih.

    Program energi terbarukan lewat PLTS di Bangkep dan Banggai Laut (Balut), juga menjadi prioritas untuk pemerataan akses listrik.

    Bupati Bangkep, Rusli Moidady, menyambut baik arah kebijakan tersebut. Menurutnya, rapat kerja ini memperkuat harmonisasi antara kabupaten dan provinsi.

    Baca Juga: Sigi Targetkan Zero Stunting dan Kemiskinan Lewat Sinergi Lintas Sektor

    “Infrastruktur vital seperti RSUD Salakan, jalan provinsi, air bersih, hingga pengembangan sektor perikanan menjadi kebutuhan yang harus segera diatasi. Sinergi dengan provinsi akan mempercepat pencapaiannya,” ujarnya.

    Sebagai tindak lanjut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara OPD Provinsi Sulawesi Tengah dan perangkat daerah Bangkep, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

    Baca berita lainnya di Google News