SIGI, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, Sulawesi Tengah menegaskan, komitmen serius menurunkan angka Stunting.
“Setiap OPD harus mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan stunting. Saya juga meminta adanya progres nyata terkait penurunan angka stunting di lapangan,” tegas Bupati Rizal Intjenae, saat membuka Seminar Gerakan Cegah Stunting 2025 yang digelar Dinas Kesehatan Sigi di Gedung Kesenian RTH Taman Ganggawa Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin, 25 Agustus 2025.
Baca Juga: Pemda Parimo Perkuat Posyandu untuk Percepatan Penurunan Stunting
Ia menekankan, sejumlah langkah konkret, yakni mengoptimalkan fungsi Posbindu desa, dan memastikan implementasi nyata di lapangan.
Selain itu, menetapkan penanggung jawab Stunting di 16 kecamatan dengan skema dua OPD per kecamatan, serta melibatkan mitra swasta melalui dana CSR.
“Menghindari ego sektoral sangat penting agar seluruh program dapat berjalan efektif menuju target Zero Stunting dan Zero Kemiskinan di Kabupaten Sigi,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan desa agar menyisihkan dana desa untuk penanganan Stunting, pengentasan kemiskinan, dan ketahanan pangan.
Namun, masih ada kendala berupa kurangnya pemahaman sebagian bidan dan kepala desa terkait mekanisme penanganan Stunting.
“Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan secara masif dan merata hingga ke tingkat desa,” tegas Bupati.
Bupati Rizal pun mengingatkan, pentingnya integritas niat dalam menjalankan program penanganan Stunting di Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Dorong BKOW Bersinergi Capai Zero Stunting
“Segala apa yang kita kerjakan untuk masyarakat semoga bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian, acara ini turut diramaikan dengan makan buah bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah yang digelar pada 25–26 Agustus 2025.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar