PARIMO, theopini.id – Himpunan Pemuda Alkairaat (HPA) membentuk relawan kemanusiaan untuk membantu korban kecelakaan bus yang jatuh ke jurang di Kilometer 4, jalur Kebun Kopi, Desa Toboli, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Rabu malam, 3 Mei 2023.
“Relawan kemanusiaan yang kami bentuk ini, sebagai bentuk keprihatinan kami atas peristriwa yang menimpa para tenaga pengajar asal Pondok Pesantren Gontor Ponorojo, Jawa Barat,” kata Ketua HPA Kabupaten Parimo, Mohammad Ridwan, di Parigi, Sabtu, 6 Mei 2023.
Baca Juga: Bangkai Bus Kecelakaan di Kebun Kopi Berhasil Diangkat dari Jurang
Menurutnya, kehadiran relawan kemanusiaan HPA untuk membantu meringankan beban para korban, yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi.
Para relawan HPA, kata dia, mulai bekerja pasca kejadian kecelakaan, dengan menggalang donasi dari sejumlah pihak, baik individu maupun kelompok atau organisasi.
Hasil dari penggalangan donasi tersebut, dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan para korban, selama menjalani perawatan di rumah sakit.
“Berdasarkan data kami, terdapat 17 korban yang saat ini dirawat di rumah sakit, baik luka berat dan sedang,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga membantu proses evakuasi barang-barangan para korban yang masih tertinggal di lokasi kejadian.
Sebab, menurut pihak Pondok Pesantren Gontor, ada sejumlah dokumen serta buku-buku yang harus dievakuasi, karena bersifat penting.
“Evakuasi barang kami lakukan saat bangkai mobil bus Diangkat dari dalam jurang. Barang-barangnya sudah diamankan,” ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, relawan HPA akan melakukan pendampingan terhadap salah satu korban kecelekaan asal Cilacap, Jawa Tengah, yang mengalami patah tulang di bagian betis dan paha.
Baca Juga: Kejuaraan Paralayang Internasional di Parimo Hanya Dihadiri Atlet Dalam Negeri
Korban tersebut, rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi, Solo, Jawa Tengah, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kegiatan kemanusiaan ini, akan terus kami lakukan sampai para korban dinyatakan sehat dan dikembalikan ke Pondok Pesantren Gontor di Kabupaten Poso,” pungkasnya.







Komentar