BNPB Bantu DSP dan Logistik untuk Penanganan Banjir Bandang Parimo

PARIMO, theopini.idBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 250 juta dan logistik dengan total Rp2 miliar untuk penanganan banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Menurut Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI Purnawirawan, Dr Jahidin Chilo, bantuan DSP yang diberikan ke Pemerintah Daerah (Pemda), dapat digunakan untuk operasional.

Baca Juga: Wabup Badrun: Parimo Termasuk Wilayah Rawan Bencana

“Misalnya, untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam rangka kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo,” kata Dr Jahidin Chilo saat meninjau lokasi banjir bandang di Dusun Gitgit, Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, Jum’at, 9 Juni 2023.

Sementara bantuan logistik dengan total Rp 2 miliar tersebut, dapat disalurkan kepada 1.900 kepala keluarga yang terdampak bencana banjir.

Diketahui, pihaknya juga telah menyarankan Dinas Pertanian dan BPBD untuk mengusulkan kerusakan area persawahan, akibat banjir bandang.

Sehingga, menjadi bahan masukan Pemerintah Pusat, dalam menindaklanjuti penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Parimo.

“Silakan OPD terkait, seperti Dinas Pertanian dapat menginformasikan, dampak kerugian ke pemerintah pusat,” imbuh Jahidin Chilo.

Usia peninjauan, Jahidin Chilo juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada lima warga Dusun Gitgit, Desa Balinggi yang terdampak bencana.

Kemudian, peninjauan ke lokasi bencana banjir bandang, Brigjen TNI Purnawirawan, Dr Jahidin Chilo, juga didampingi Tenaga Ahli BNPB, AKBP. Hamka Mappaitan dan anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas Rumambi.

Rombongan bertolak ke lokasi banjir didampingi Wakil Bupati Parimo, H Badrun Nggai, sekitar pukul 10.00 WITA, dan tiba sekira pukul 11.30 WITA.

Baca Juga: Tangani Banjir Torue, Menteri PUPR Target Bangun Intake, dan Pasang Geobox Bendungan

Rombongan BNPB, langsung menuju Dusun Gitgit, Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, untuk melihat area persawahan milik warga yang rusak terdampak banjir.

Berdasarkan data di posko BPBD Parimo, banjir bandang yang menerjang 11 desa di Kecamatan Balinggi dan Kecamatan Torue, mengakibatkan 1900 kepala keluarga terdampak, dan dua warga meninggal dua. Bahkan, 812,5 hektar sawah rusak, serta 11 hektare perkebunan rusak parah.

Komentar