PALU, theopini.id – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, menegaskan kebersihan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap tata ruang merupakan modal utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
Menurutnya, kota yang tertata dengan baik akan memberikan rasa aman, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Kota Palu.
“Ketika kota ini mampu membangun budaya tertib dan teratur, maka kota ini akan menjadi sebuah prospek. Doktrin itulah yang kami bangun di Pemerintah Kota Palu, dan kami memastikan hal ini terus berjalan secara berkelanjutan. Ini harus dijaga dan dikawal setiap waktu,” ujar Hadianto Rasyid saat menjadi narasumber dalam Talk Show Library Cafe yang diselenggarakan Kantor BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam paparannya, Hadianto menjelaskan, pembangunan Kota Palu harus berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, kepatuhan terhadap tata ruang menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kota yang aman, tertata, dan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana.
“Kota yang tangguh adalah kota yang mampu beradaptasi dengan kondisinya. Karena itu, titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana menjadi perhatian utama kami. Pemerintah Kota Palu sangat tegas terhadap hal tersebut, sekaligus terus memberikan pelayanan yang optimal dan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain aspek ketangguhan, Wali Kota Palu menilai kebersihan merupakan identitas sekaligus daya tarik sebuah kota.
Ia menekankan, menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kota ini bersih, berarti kota ini hidup, menyenangkan, dan memberikan gambaran bahwa ada prospek yang sangat jelas. Kota yang bersih menunjukkan kota yang tertib, disiplin, dan memiliki arah yang jelas,” ungkapnya.
Menurut Hadianto, kondisi kota yang bersih, tertib, dan teratur akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selain mendukung perkembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kondisi tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor berskala besar dalam menentukan lokasi investasinya.
Melalui forum tersebut, Pemkot Palu kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kota yang tangguh terhadap bencana, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat tata kelola perkotaan, serta menciptakan iklim investasi yang sehat guna mewujudkan Palu sebagai kota yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira














