TOLITOLI, theopini.id — Dua pendaki yang dilaporkan tersesat di Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Selasa, 24 Maret 2026.
“Korban ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Baolan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Palu, Muh. Rizal, dalam keterangan resminya, Rabu, 25 Maret 2026.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari rekan korban, Reza, pada pukul 14.16 WITA. Laporan menyebutkan dua pendaki hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dako sehari sebelumnya.
Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 11.00 WITA, saat kedua korban bersama dua rekannya melakukan pendakian.
Setibanya di Pos 3, kedua korban memilih beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan ke puncak.
Namun, saat kedua rekan korban kembali ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 WITA, keduanya sudah tidak berada di lokasi. Upaya pencarian awal dilakukan di sekitar area tersebut, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke tim SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan memulai operasi pencarian pada Selasa pagi, 24 Maret 2026, dengan melakukan briefing, pembagian tugas, serta pengecekan peralatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
Sekitar pukul 13.50 WITA, tim menerima informasi dari Kepala Desa Dadakitan bahwa kedua korban telah ditemukan oleh seorang petani di koordinat berbeda, sekitar 14 kilometer arah barat daya dari lokasi kejadian awal.
Kedua korban yang diketahui bernama Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18) kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 14.20 WITA dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan Tim Rescue USS Tolitoli, Bhabinkamtibmas, BPBD Tolitoli, Mapala, pemerintah desa, serta masyarakat setempat, dengan dukungan peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar