PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan standarisasi durian lokal, guna mempertahankan peluang ekspor berkelanjutan ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
“Kami ingin durian daerah ini tidak hanya dikenal karena kelezatannya, tetapi juga dipercaya kualitasnya yang terjamin dan aman dikonsumsi oleh siapa saja dan di mana saja,” ujar Bupati Parimo, H Erwin Burase dalam kegiatan Dialog Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian Parigi melalui Pendampingan Karantina yang digelar di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avulua, Kamis, 28 Mei 2026.
Kegiatan itu, dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding, Bupati dan Wakil Bupati Parimo, jajaran OPD terkait, pelaku usaha, serta para petani durian lokal.
Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi sektor pertanian Kabupaten Parimo, setelah berhasil mengekspor 27 ton durian langsung ke pasar Tiongkok.
Keberhasilan tersebut, dinilai sebagai hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pelaku usaha, dan para petani.
Bupati Erwin Burase berharap Badan Karantina Indonesia terus memberikan pendampingan teknis, sertifikasi, serta pengawasan mutu agar komoditas durian Parimo mampu bersaing di pasar global secara berkelanjutan.
Potensi durian Parimo sendiri dinilai sangat besar. Saat ini luas lahan perkebunan durian mencapai 1.114 hektare, dengan sekitar 114.103 pohon produktif dan total produksi sekitar 6.000 ton per tahun yang tersebar di 19 kecamatan.
Selain membahas penguatan pasar ekspor, dialog tersebut juga menjadi ruang penyampaian aspirasi petani. Salah seorang petani asal Desa Alo, Kecamatan Ampibabo, Bakrin, mengeluhkan serangan penyakit bangkalan yang merusak kualitas buah durian.
Penyakit tersebut, menyerang bagian daging buah sehingga rasa menjadi tawar, kandungan air berlebih, dan muncul bercak yang baru diketahui setelah buah dibelah.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyatakan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mempelajari dan mencari solusi penanganan penyakit tersebut.
“Badan Karantina Indonesia akan bergerak proaktif. Kami akan segera membentuk tim khusus untuk mempelajari dan mencari solusi efektif dalam menangani penyakit bangkalan ini agar tidak lagi merugikan petani,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, pentingnya menjaga kualitas komoditas mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengemasan sesuai standar internasional agar durian Parimo mampu memperluas pasar ekspor dunia.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani, durian Parimo diharapkan semakin mampu bersaing di pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar