PARIMO, theopini.id – Banjir yang kembali melanda sejumlah desa di Kecamatan Toribulu mendorong Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mempercepat penanganan aliran sungai.
Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo mengerahkan dua unit alat berat, untuk melakukan normalisasi sungai dan menangani sejumlah titik yang jebol di wilayah terdampak.
“Bencana banjir ini terjadi berulang-ulang. Saya minta kepada OPD teknis, BPBD dan Dinas PUPRP, agar melihat titik masalah untuk mengantisipasi agar tidak terulang,” kata Bupati Parimo, H. Erwin Burase, saat mengunjungi warga terdampak banjir di Kantor Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Rabu, 7 Oktober 2026.
Banjir yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026 itu, berdampak pada enam desa, yakni Tomoli Utara, Toribulu Selatan, Singura, Sibalago, Sienjo, dan Tomoli Selatan.
Menurut Erwin, penanganan banjir harus dilakukan dengan melihat sumber persoalan, bukan hanya merespons dampak setelah bencana terjadi.
Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menyebabkan luapan air.
Ia mengatakan, sebagai langkah awal penanganan, BPBD bersama Dinas PUPRP Parimo telah mengerahkan dua unit alat berat, untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah terdampak.
“Alat berat ini dikerahkan untuk melakukan normalisasi sungai dan penutupan titik-titik yang jebol di enam desa terdampak guna mengantisipasi luapan air susulan dan mempercepat pemulihan infrastruktur,” ujarnya.
Selain normalisasi sungai, BPBD Parimo juga melakukan pemasangan geobag pada sejumlah titik yang membutuhkan penguatan.
Usai menyerahkan bantuan kepada warga, Erwin bersama Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, Plt Kepala Dinas PUPRP, Moh Aflianto Hamzah, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa meninjau langsung pekerjaan normalisasi sungai dan pemasangan geobag.
Dalam kesempatan tersebut, Pemda Parimo juga menyalurkan 40 paket sembako bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada warga terdampak di Kantor Desa Tomoli Utara.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 175 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di enam desa tersebut.
Rinciannya, 35 KK terdampak di Desa Toribulu Selatan, 30 KK di Desa Singura, 25 KK di Desa Sibalago, 15 KK di Desa Sienjo, dan 16 KK di Desa Tomoli Selatan. Sementara data warga terdampak di Desa Tomoli Utara masih dalam proses pendataan.
“Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok hari demi hari,” ujarnya.
Bantuan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah terdampak banjir.
Penanganan di lapangan saat ini, difokuskan pada normalisasi aliran sungai dan penguatan titik-titik yang berpotensi jebol, sebagai langkah untuk mengurangi risiko luapan air dan banjir susulan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















