PARIMO, theopini.id – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Hestiwati Nanga mengajak masyarakat rutin mendonorkan darah untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien, sekaligus mendeteksi kemungkinan infeksi tertentu sejak dini.
“Donor darah ini bagian dari skrining. Jangan sampai kita kelihatan sehat, tetapi ternyata sudah ada virus dalam tubuh,” kata Hestiwati usai menghadiri peresmian gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan gedung baru Puskesmas Torue di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, darah yang didonorkan harus melalui pemeriksaan untuk memastikan keamanannya sebelum digunakan untuk transfusi.
Menurutnya, sejumlah pendonor yang terlihat sehat ternyata menunjukkan hasil pemeriksaan reaktif terhadap infeksi, seperti hepatitis dan HIV. Sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sesuai prosedur medis.
Selain itu, program Lestari Donor Darah yang digelar PMI Parimo di sejumlah kecamatan bertujuan menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan, termasuk ibu hamil dan pasien cuci darah.
Hestiwati mengungkapkan, keterbatasan stok darah bahkan pernah menyebabkan pasien menunda cuci darah karena darah yang dibutuhkan tidak tersedia di RSUD Anuntaloko Parigi.
Ia menyebut, stok darah sebelum program Lestari Donor Darah berjalan sekitar 1.000 kantong. Jumlah itu, kini meningkat menjadi kurang lebih 3.000 kantong.
“Sebelum kami melaksanakan Lestari Donor Darah, stok masih 1.000 kantong. Sekarang mulai meningkat, kurang lebih 3.000 kantong,” bebernya.
Hestiwati menilai, minimnya pemahaman masyarakat menjadi salah satu faktor rendahnya partisipasi donor darah.
Karena itu, PMI Parimo terus menyosialisasikan manfaat donor darah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar kesulitan keluarga pasien mendapatkan darah tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan penipuan atau mengambil keuntungan secara tidak semestinya.
“Saya berharap ini tidak terjadi di daerah kita. Di tengah sulitnya seseorang memenuhi kebutuhan darah bagi keluarganya yang sakit, jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan keadaan itu,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














