GORONTALO, theopini.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparat Kelurahan Liluwo, dan masyarakat menggelar kerja bakti untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di tengah kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu, 10 Oktober 2026.
“Jadi, kegiatan pada pagi hari ini merupakan agenda rutin dari Dinas Sosial dan masyarakat Kota Gorontalo berhubungan dengan menyikapi kesiapsiagaan upaya mitigasi bencana,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Gorontalo, Eladona Sidiki.
Ia mengatakan, kemarau berkepanjangan dan cuaca ekstrem perlu diwaspadai. Ancaman karhutla di berbagai wilayah juga menjadi alasan pentingnya langkah pencegahan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
“Ini adalah salah satu langkah antisipatif atau preventif yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Sosial dengan melibatkan Tagana dan masyarakat, serta pemerintah setempat,” katanya.
Menurutnya, mitigasi bencana membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama. Kerja bakti menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat berperan aktif menjaga wilayah tempat tinggalnya.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Sosial, Tagana, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.
Kolaborasi ini, diharapkan memperkuat semangat gotong royong serta kesiapan bersama dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Eladona menegaskan, keterlibatan masyarakat sejak tahap pencegahan merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih siap menghadapi kondisi darurat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin
















