MAKASSAR, theopini.id – Wali Kota Munafri Arifuddin, membuka Festival Olahraga Kota (FORKOT) Makassar 2026 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu, 17 Oktober 2026. Festival ini, melibatkan masyarakat dari 15 kecamatan dan diharapkan menjadi ruang untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial warga.
“Ini sangat penting, bukan hanya membangun olahraga, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat melalui olahraga, dan tentu akan membangun prestasi olahraga di tengah-tengah masyarakat,” kata Munafri saat membuka FORKOT Makassar 2026.
Ia mengatakan, olahraga masyarakat memiliki peran strategis sebagai wadah bagi warga untuk menyalurkan bakat, minat, dan aspirasi.
Karena itu, FORKOT tidak semestinya hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial.
Ia berharap olahraga rekreasi kembali menjadi bagian dari budaya masyarakat Makassar. Semangat kebersamaan yang terbangun selama festival, menurutnya, perlu berlanjut dalam kehidupan sehari-hari warga di seluruh kecamatan.
Munafri juga menyoroti pentingnya ruang interaksi positif di tengah maraknya aksi perang kelompok yang melibatkan anak muda di Kota Makassar.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang terarah dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkumpul, membangun persaudaraan, dan menyalurkan energi ke aktivitas yang bermanfaat.
“Tentu kita berharap ada wadah yang mampu menaungi atau memberikan tempat bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara positif,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar agar terus menghadirkan kegiatan olahraga yang menjangkau berbagai kalangan dan kelompok usia.
Keberlanjutan program dinilai penting agar manfaat olahraga dapat dirasakan lebih luas, baik dalam membangun kebiasaan hidup sehat maupun mempererat hubungan antarwarga.
Munafri juga berharap penyelenggaraan FORKOT dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun, baik dari sisi pelaksanaan maupun dampaknya terhadap pengembangan olahraga masyarakat di Makassar.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Rian Adrian, menjelaskan FORKOT Makassar 2026 diikuti 23 induk organisasi olahraga (Inorga) dengan partisipasi masyarakat dari 15 kecamatan.
Menurutnya, pawai kontingen memperlihatkan keterlibatan berbagai organisasi olahraga masyarakat di setiap wilayah. Ia menyebut, sejumlah kecamatan memiliki sekitar 15 hingga 17 Inorga.
“Kalau kita lihat tadi pada saat pawai, rata-rata kecamatan memiliki hampir 15–17 Inorga, dan hampir semua Inorga tersebut ada di setiap kecamatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, FORKOT tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan beragam olahraga rekreasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui festival ini, KORMI berharap semakin banyak warga mengenal dan terlibat dalam olahraga masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, aktif, serta memiliki ruang kebersamaan yang positif.
Pembukaan FORKOT Makassar 2026 ditandai dengan aksi Munafri menembakkan anak panah ke layer, sebagai simbol dimulainya festival.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin














