PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Feiny Mike Kairupan meminta pemerintah daerah turun tangan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar bagi fasilitas kesehatan, terutama di tengah jadwal pemadaman listrik.
Ia juga meminta, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) memprioritaskan penyaluran solar untuk mendukung operasional rumah sakit agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan saat pasokan listrik terputus.
“Saya meminta SPBU memprioritaskan fasilitas kesehatan karena ini berkaitan dengan pelayanan pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Jika terjadi pemadaman listrik, solar harus tersedia untuk mengoperasikan generator set (genset),” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang paripurna DPRD Parimo, Senin, 26 Oktober 2026.
Tanpa ketersediaan solar, operasional genset tidak dapat dijalankan sehingga peralatan medis yang bergantung pada pasokan listrik berpotensi tidak dapat dioperasikan.
Kondisi ini, dapat mengganggu pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis dan pemantauan secara berkelanjutan.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan pasien. Jangan sampai pemadaman listrik justru menghambat pelayanan kesehatan akibat tidak tersedianya solar untuk mengoperasikan genset,” kata Feiny.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah turun tangan melalui koordinasi dengan pihak SPBU dan pengelola fasilitas kesehatan untuk memastikan kebutuhan solar terpenuhi selama pemadaman listrik berlangsung.
Langkah tersebut, diperlukan agar penyaluran BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan, sehingga pasokan bahan bakar tidak menjadi kendala tambahan dalam penyelenggaraan pelayanan medis.
Feiny berharap, pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait agar ketersediaan solar bagi fasilitas kesehatan dapat terjamin dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Saya berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan ini dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, sehingga kebutuhan solar untuk fasilitas kesehatan dapat terpenuhi dan pelayanan kepada pasien tetap berjalan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
















