PARIMO, theopini.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, meminta peran organisasi pecinta alam untuk mendukung target pencapaian Museum Rekor Dunia Indonesi (MURI), dalam penanaman Mangrove serentak pada momen Hari Ikan Nasional (Harkannas).
“Peran serta Pemerintah Kecamatan, terutama organisasi pecinta alam di wilayah masing-masing, untuk menyediakan bibit Mangrove. Sebab, kami telah berkoordinasi dengan pihak MURI di Jakarta pada Harkanas 2022,” ungkap Kepala Bidang Penaatan dan Penataan Lingkungan Hidup (PPLH), DLH Parimo, Mohammad Idrus, Selasa, 1 Desember 2022.
Baca Juga : DPRD Pertanyakan Skema Pembiayaan 2 Event Nasional di Parimo
Dia mengatakan, teknis disetiap lokasi akan menunjuk satu orang sebagai penanggungjawab ,untuk melakukan dokumentasi. Hasilnya akan dikirim ke DLH Parimo, via WhatsApp.
Kemudian, rekaman video serta dokementasi akan di tampilkan dengan menggunakan invocus pada saat acara puncak Harkannas, di Pantai Mosing Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan.
Menurutnya, hasil koordinasi DLH dengan pihak MURI di Jakarta, pencapaian rekor untuk Kabupaten Parimo hanya bisa dilakukan pada segi titik terbanyak lokasi penanaman serentak.
Sebab, jika dihitung jumlah bibit Mangrove yang dipecahkan, akan sulit mendapat mencapai rekor tersebut. Pasalnya, program sebelumnya telah dipecahkan oleh Polda se Indonesia dengan menanam satu juta Mangrove.
“Nantinya kami mengambil 88 titik lokasi penanaman yang dilaksanakan secara serentak dalam waktu satu hari, dengan asumsi setiap kecamatan menanam 500 bibit Mangrove,” ujarnya.
Sehingga dari 22 kecamatan pesisir, Lanjut Idrus, tim melakukan penanaman minimal empat lokasi. Sedangkan jumlah per lokasi ditargetkan 500 bibit, dengan total keseluruhan mencapai 2000 bibit Mangrove di setiap kecamatan.
Baca Juga : Segini Biaya Pendaftaran dan Mekanisme Penilaiannya Lomba Mancing di Parigi
Namun, DLH saat ini terus berkoordinasi karena tidak semua lokasi terkoneksi jaringa internet dengan baik. Untuk itu, pihaknya mengambil langkah alternative, kegiatan penanaman dimulai satu hari sebelum hari hari puncak Harkannas, pada 20 November 2022.
“Dimana, setiap lokasi dilakukan dokumentasi dan hasilnya akan dilaporkan via WhatsApp dari pihak DLH,” pungkasnya.







Discussion about this post