JAKARTA, theopini.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, untuk mendukung sasaran utama RPJMN 2025-2029, pihaknya menyiapkan target-target sektor utama.
Target sektor utama itu, meliputi pengelolaan sumber daya air, pembangunan jaringan jalan dan jembatan, serta ketersediaan pelayanan dasar keciptakaryaan.
Baca Juga: Akhiri CSRRP, Kementerian PU Gelar Workshop Sulteng Tangguh Bencana di Palu
“Peran Kementerian PU lebih ke enabler pertumbuhan ekonomi. Fokusnya bukan pada investasi infrastruktur PU, tapi bagaimana infrastruktur tersebut memungkinkan efisiensi investasi di sektor produktif, mendukung pengentasan kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Dody, saat Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Kerja (Rakor Renja) 2025 di Jakarta, Rabu, 8 Januari 2025.
Pada 2025, Kementerian PU menargetkan kapasitas tampungan air 59,67 m3/kapita/tahun, efisiensi pemanfaatan air irigasi 0,34 USD/m3, waktu tempuh lintas utama jaringan jalan nasional 1,9 jam/100 km, rumah tangga dengan akses sanitasi aman 12,5%, timbulan sampah terolah di fasilitas pengolahan sampah 24%, akses rumah tangga perkotaan terhadap air siap minum perpipaan 39,2%.
Rencana pembangunan yang akan dilakukan Kementerian PU pada sektor sumber daya air, antara lain pembangunan 16 unit bendungan, 10.000 ha jaringan irigasi, rehabilitasi 45.000 jaringan irigasi, dan 1,5 m3/detik prasarana air baku.
Kemudian, 40 km bangunan pengendali banjir dan pengaman pantai. Pada sektor bina marga antara lain pembangunan 139 km jalan, 5.510 m jembatan, 336 m flyover/underpass, 20,52 km jalan bebas hambatan, serta preservasi 1.545 km jalan dan 122.568 m jembatan.
Pada sektor cipta karya, lanjutnya, yaitu pembangunan dan peningkatan SPAM di 7 kab/kota (790 lt/detik), perluasan SPAM di 13 kab/kota (2.565 SR), pamsimas (48.000 SR), dan Sistem Pengolahan Air Limbah di 13 kab/kota (12.240 KK).
Baca Juga: Kementerian PU Gandeng BPKP Kawal Perencanaan Program Kerja 2025
“Selain itu, sanimas 30.800 KK, TPS3R (20.000 KK), sanitasi LPK (4.950 KK), pengembangan kawasan industri di 3 lokasi (130 ha), penataan kawasan pariwisata (3 ha) dan PISEW 900 ha, pembangunan dan revitalisasi gedung di 11 lokasi dan penataan bangunan di sembilan kawasan,” bebernya.
Sedangkan untuk sektor prasarana strategis PHTC madrasah di 33 provinsi (2.120 unit), renovasi perguruan tinggi di 9 kabupaten/kota (9 unit), renovasi/rehabilitasi pasar di lima kabupaten/kota (5 unit) dan prasarana olahraga di 3 kota (3 unit).

Tinggalkan Balasan