DONGGALA, theopini.id – Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) KLM Nur Ainun Balqis yang masih hilang di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa, 17 Februari 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Moh Rizal mengatakan, pencarian difokuskan pada area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan pergerakan arus, dan kondisi cuaca di lokasi kejadian.
“Pukul 07.00 WITA, kami melaksanakan briefing untuk memastikan kesiapan personel, alut, pembagian tugas, serta penekanan keselamatan kerja sesuai SOP Basarnas. Selanjutnya pukul 07.30 WITA, tim bergerak melakukan pencarian menggunakan KN SAR Baladewa di search area yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Operasi pencarian dilakukan dengan pola penyisiran (search pattern) sejauh 309 nautical mile dan jarak antar lintasan (track spacing) 1 nautical mile. Entry point berada di koordinat 0°28’19.61″S-119°14’44.87″E dan exit point di 0°28’39.11″S-118°49’35.82″E.
Sebelumnya, KLM Nur Ainun Balqis bertolak dari Pelabuhan Nunukan pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 02.00 WITA menuju Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Saat memasuki perairan Selat Makassar pada 14 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA, kapal dihantam ombak besar hingga oleng dan akhirnya tenggelam.
Seluruh ABK melompat untuk menyelamatkan diri. Pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 20.00 WITA, kapal nelayan dari Kabupaten Donggala menemukan tiga korban dalam kondisi selamat.
Tiga korban selamat, yakni Saharudin (47), Muh. Alwi (32), dan Muksin (47). Sementara dua ABK yang masih dalam pencarian adalah Gus Wan (47) dan Adam (20).
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue KPP Palu, ABK KN SAR Baladewa, Lanal Palu, Polairud, Saka SAR, serta nelayan setempat.
Peralatan yang digunakan antara lain KN SAR Baladewa, rescue car, perahu SAR, peralatan komunikasi, perlengkapan medis, dan alat evakuasi.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 4–13 knot, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter, dan arah angin dari utara.
“Perkembangan operasi SAR akan terus dilaporkan sesuai hasil pencarian di lapangan,” pungkas Rizal.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar