POHUWATO, theopini.id – Progres program cetak sawah di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dinilai masih berjalan lambat.
Olehnya, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mendorong penambahan alat berat guna mengejar target 5.000 hektare yang harus rampung pada 31 Maret 2026.
“Kita membutuhkan kurang lebih 160 ekskavator untuk bisa mengejar target itu. Tapi bagi saya yang penting ada pekerjaan di lapangan dengan kekuatan itu,” ujar Gusnar saat meninjau lokasi percetakan sawah di Desa Manunggal Karya dan Motolohu Selatan, Kamis, 26 Februari 2026.
Berdasarkan laporan pengawas lapangan, jumlah alat yang tersedia saat ini mencapai 90 unit, terdiri dari 67 ekskavator, lima dozer, 13 traktor roda empat, dan lima traktor roda dua.
Namun, dari 67 ekskavator tersebut, hanya dua hingga tiga unit yang aktif beroperasi setiap hari. Kondisi ini, membuat capaian cetak sawah baru berkisar satu hingga dua hektare per hari.
Data hingga 24 Februari 2026 mencatat realisasi cetak sawah di Randangan mencapai 423 hektare. Dari total 519 hektare lahan yang telah dicetak, seluas 135 hektare sudah diolah menggunakan alat yang tersedia.
Di Desa Manunggal Karya, realisasi cetak sawah mencapai 37 hektare, sementara di Motolohu Selatan seluas 30 hektare. Sebagian lahan yang telah dicetak juga mulai ditanami, meskipun masih terbatas.
Selain persoalan alat berat, Gusnar Ismail juga menyoroti kesiapan jaringan irigasi sebagai faktor krusial dalam mendukung optimalisasi lahan cetak sawah.
Ia menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai Sungai untuk memastikan jaringan irigasi, khususnya saluran tersier, dapat menjangkau area persawahan yang sedang dikembangkan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Balai Sungai. Jaringan irigasi tersier pada prinsipnya bisa menjangkau lokasi cetak sawah, meski ada beberapa hektare di luar jaringan. Untuk itu, akan dibangun pompa air guna mengairi lahan yang belum terjangkau,” jelasnya.
Pembangunan infrastruktur pendukung turut dilakukan, meliputi saluran pembuang sepanjang 16.712 meter, saluran tersier 5.942,5 meter, pematang 29.642 meter, jalan usaha tani 180 meter, serta pemasangan satu unit pintu air.
Gusnar menegaskan, pemerintah provinsi akan mengupayakan tambahan ekskavator melalui kerja sama dengan perusahaan, sistem sewa, maupun pengerahan alat dari luar daerah, agar percepatan cetak sawah dapat ditingkatkan dan target 5.000 hektare tercapai sesuai jadwal.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar