PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong, Arnol Aholai, menyoroti penurunan pagu anggaran yang dialokasikan untuk bagian yang mengakomodasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Parigi Moutong pada 17 Juli lalu. Arnol menegaskan anggaran yang diperuntukkan untuk membiayai pelaksanaan MTQ di setiap tingkatan harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Saya melihat alokasi anggaran untuk pembinaan MTQ turun signifikan, dan ini sangat disayangkan,” ujar Arnol.
Ia menjelaskan, saat masih bermitra dengan Komisi IV DPRD, alokasi anggaran yang diberikan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sebagai pelaksana teknis kegiatan MTQ mencapai sekitar Rp800 juta. Namun, saat ini anggaran tersebut turun signifikan menjadi sekitar Rp300 juta.
Menurutnya, meskipun pemerintah daerah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, ketersediaan anggaran untuk pembinaan generasi muda di bidang keagamaan tidak boleh diabaikan.
Arnol menilai minimnya anggaran bagi LPTQ sebagai pelaksana teknis kegiatan MTQ berpotensi mengurangi kualitas pembinaan, jumlah delegasi, serta prestasi Kabupaten Parigi Moutong pada ajang MTQ tingkat Provinsi.
“Saya berharap komisi yang saat ini bermitra dengan Bagian Kesra bisa menindaklanjuti persoalan ini, karena ini menyangkut program umat,” katanya.
Selain itu, Arnol berharap anggaran yang nantinya dialokasikan kepada pelaksana teknis benar-benar mampu mengakomodasi seluruh pelaksanaan MTQ, baik di tingkat desa maupun kecamatan.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan usulan yang pernah disampaikannya melalui Komisi IV, agar pembiayaan pelaksanaan MTQ dapat dialokasikan secara kolektif maupun secara terpisah bagi setiap kecamatan dan desa.
“Saya berharap hal ini dapat diperhatikan dan didorong peningkatannya, karena kemajuan pembinaan agama di tengah arus modernisasi saat ini sangat penting bagi generasi kita,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin















