GORONTALO, theopini.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Gorontalo memastikan, tidak ada perubahan jam masuk sekolah pasca pelaksanaan nonton bareng final Piala Dunia 2026.
Kegiatan belajar mengajar pada Senin, 20 Juli 2026, tetap dimulai pukul 07.15 WITA, sebagaimana jadwal yang berlaku.
“Kami tidak menerbitkan edaran khusus soal perubahan jam masuk. Sekolah tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, usai mengikuti pertemuan virtual bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Provinsi Gorontalo.
Sudarman menjelaskan, sebagai bentuk antisipasi apabila terdapat peserta didik yang baru menyaksikan siaran final Piala Dunia hingga dini hari, sekolah diberikan keleluasaan mengatur aktivitas pada awal pembelajaran.
Sejumlah kegiatan seperti kerja bakti, merapikan ruang kelas, hingga menata meja dan kursi dapat dilakukan sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Menurutnya, kebijakan teknis tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Bagi peserta didik yang datang terlambat karena menyaksikan siaran langsung final Piala Dunia, sekolah tidak memberikan sanksi. Mereka akan diberikan tugas yang bersifat persuasif dan edukatif berupa resume atau analisis mengenai nilai-nilai positif yang dapat dipetik dari ajang Piala Dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan, tugas tersebut akan difasilitasi oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) maupun guru Bimbingan Konseling (BK) di masing-masing sekolah.
Di sisi lain, Sudarman mengimbau para orang tua agar turut mengawasi anak-anaknya setelah pertandingan usai.
Ia mengingatkan agar peserta didik tidak melakukan konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu ketertiban maupun membahayakan keselamatan.
“Kami minta orang tua ikut mengawasi. Jangan sampai anak-anak konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar setelah nonton, karena itu justru bisa merugikan mereka sendiri,” tegasnya.
Terkait rencana sejumlah sekolah menggelar nonton bareng bersama masyarakat, Disdikbud Provinsi Gorontalo tidak mempermasalahkannya selama kegiatan tersebut tidak mengganggu proses belajar mengajar dan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Ia berharap euforia final Piala Dunia 2026 dapat dinikmati secara tertib tanpa mengorbankan kelancaran pendidikan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin













