the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

ASF Terdeteksi di Mepanga, Peternak Diminta Perketat Biosekuriti

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
15 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
15 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
ASF Terdeteksi di Mepanga, Peternak Diminta Perketat Biosekuriti

Petugas keswan melakukan pemeriksaan terhadap ternak babi milik warga di Kabupaten Parimo, untuk mendeteksi penyebaran ASF. (Foto: IST)

Baca Juga

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Sebulan Lebih Diburu, Terduga Pelaku Curanmor Diciduk di Penginapan

PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Hal itu, menyusul laporan kematian sejumlah ternak babi dengan gejala yang mengarah pada ASF di Kecamatan Mepanga.

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) Parimo, I Wayan Gede Purna, mengatakan pelaporan cepat diperlukan agar petugas dapat segera melakukan investigasi dan tindak lanjut di lapangan.

“Setiap kejadian penyakit di lapangan diharapkan segera dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan untuk dilakukan investigasi dan tindak lanjut,” imbau I Wayan Gede Purna, dalam keterangan resminya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Laporan kematian ternak babi tersebut, berasal dari Desa Kotaraya Timur dan Desa Kotaraya Tenggara. DISPKH Parimo meminta peternak segera melaporkan setiap kematian mendadak maupun gejala penyakit yang mengarah pada ASF.

Kewaspadaan tersebut, merupakan tindak lanjut atas Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 500.7.2.4/327/DIS.BUNAK tentang Pencegahan dan Pengendalian ASF serta Keputusan Menteri Pertanian Nomor 287 Tahun 2026. Berdasarkan ketentuan tersebut, Kabupaten Parimo termasuk wilayah dengan status tertular ASF.

Sementara itu, Kepala Bidang Keswan Kesmavet DISPKH Parimo, Nurlina, mengatakan peternak perlu memperketat penerapan biosekuriti, untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan peternakan.

Langkah tersebut, antara lain membatasi keluar-masuk orang, kendaraan dan peralatan ke area kandang, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan peternakan, serta melakukan desinfeksi secara berkala.

Peternak juga diminta membatasi lalu lintas ternak babi dan produk asal babi. Setiap pergerakan ternak maupun produk asal babi harus memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan dilengkapi dokumen yang berlaku.

Selain itu, ternak yang sakit harus segera diisolasi. Peternak juga dilarang memindahkan bangkai tanpa arahan petugas kesehatan hewan.

“Pelaporan secara cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit semakin luas. Kami mengajak peternak, pemerintah kecamatan dan desa, pelaku usaha untuk bersama-sama memperkuat biosekuriti dan mengendalikan lalu lintas ternak babi,” tukasnya.

DISPKH Parimo juga mengingatkan, agar penanganan dan penguburan bangkai ternak mengikuti arahan petugas kesehatan hewan. Berdasarkan surat edaran, penguburan dilakukan pada lubang dengan kedalaman minimal 2,5 meter dan berjarak minimal 10 meter dari sumber air atau sumur.

Pemda Parimo turut meminta camat serta kepala desa/lurah berperan aktif dalam pencegahan dan pengendalian ASF melalui sosialisasi kepada masyarakat, pengawasan lalu lintas ternak, serta mempercepat pelaporan apabila ditemukan penyakit atau kematian ternak babi.

Peternak juga diimbau tidak menjual, memindahkan, maupun memperdagangkan babi yang sakit atau ternak dari lokasi yang sedang mengalami kasus maupun dugaan ASF keluar dari wilayah tertular, khususnya dari Kecamatan Mepanga.

DISPKH Parimo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyembunyikan temuan ternak babi yang sakit atau mati mendadak. Setiap kejadian yang mengarah pada dugaan ASF dapat segera dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan, Puskeswan, atau DISPKH.

Untuk pelaporan kasus dugaan ASF, masyarakat dapat menghubungi drh. Ferry di nomor 0823-4099-7313.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DISPKHParimo#Kementan#Mentan#parigimoutong#PemdaParimo#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Motif Batik Sambulu Gana Parimo Segera Terima HAKI dari Kemenkum

Next Post

Gusnar Ismail Minta 25 Paskibraka Gorontalo Jadi Teladan Generasi Muda

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

7 Oktober 2026
Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

6 Oktober 2026
Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

6 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Penjelasan Resmi BMKG

Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Penjelasan Resmi BMKG

5 Oktober 2026
Dari 1.240 ke 2.500 Hektare: Menelusuri Perluasan Kawasan Industri NEPIE di Siniu

Dari 1.240 ke 2.500 Hektare: Menelusuri Perluasan Kawasan Industri NEPIE di Siniu

5 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

7 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

7 Oktober 2026
Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

7 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Terbawa Arus, Nelayan 65 Tahun Hilang dalam Perjalanan ke Kabalutan

Terbawa Arus, Nelayan 65 Tahun Hilang dalam Perjalanan ke Kabalutan

2 Oktober 2026
RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

1 Oktober 2026
Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

6 Oktober 2026
Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

6 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.9 M Guncang 68 km BaratDaya CALANG-ACEHJAYA

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d