PARIMO, theopini.id — Forum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan perbankan melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk pengembangan kawasan permukiman.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu penanganan persoalan perumahan dan permukiman, mulai dari kawasan kumuh, infrastruktur dasar, sanitasi layak hingga akses air bersih.
“Forum PKP ini akan menjadi ruang koordinasi yang aktif, bukan sekadar formalitas kelembagaan. Kami akan bekerja secara kolaboratif untuk mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, perbankan, dan masyarakat,” kata Ketua Forum PKP Parimo periode 2026-2029, Moh. Ridwan Nontji, dalam Rapat Pembentukan Forum PKP di Kantor Bappelitbangda Parimo, Kamis, 24 September 2026.
Ia mengatakan, keterlibatan sektor swasta dibutuhkan untuk memperluas dukungan terhadap program perumahan dan kawasan permukiman. Dukungan tersebut, dapat diarahkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR secara terkoordinasi melalui Forum PKP.
Salah satu agenda yang akan didorong adalah percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya sanitasi yang layak dan akses air bersih bagi kawasan permukiman, termasuk wilayah kumuh dan kawasan yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Menurutnya, penyediaan infrastruktur dasar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat saling mendukung.
Forum PKP ke depan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan sumber daya yang dimiliki pemerintah maupun mitra di luar pemerintah.
“Ke depan, kami akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya sanitasi yang layak dan akses air bersih bagi seluruh kawasan permukiman, termasuk wilayah-wilayah kumuh dan yang selama ini belum terjangkau secara optimal. Ini adalah fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Susunan lengkap kepengurusan Forum PKP, selanjutnya dirampungkan untuk proses penetapan melalui Surat Keputusan Bupati Parimo.
Ridwan berharap keterlibatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, perbankan, dan masyarakat dapat membangun kolaborasi yang solid untuk mendorong kawasan permukiman di Parigi Moutong menjadi lebih tertata, sehat, dan berkelanjutan.
Keterlibatan sektor swasta mulai terlihat dalam pembentukan forum tersebut. PT Midi Utama Indonesia Branch Palu atau Alfamidi, yang diwakili Agung Prasetyo, menyatakan perusahaannya siap menjadi anggota Forum PKP sekaligus membuka peluang menjadi mitra strategis dalam mendukung program pengembangan permukiman di Kabupaten Parimo.
Menurutnya, kehadiran Alfamidi dalam forum merupakan bentuk silaturahmi dan semangat untuk tumbuh bersama. Perusahaan juga dapat memberikan masukan terkait akses dan lokasi serta membuka peluang kerja sama sesuai dengan perannya.
Selain Alfamidi, PT Pegadaian Branch Parigi juga menyatakan kesiapan mendukung Forum PKP dan bergabung sebagai anggota.
Perwakilan Pegadaian, Michael, mengatakan dukungan Pegadaian tidak hanya melalui program CSR, tetapi juga membuka peluang kerja sama layanan bagi masyarakat.
Sebelumnya, dalam audiensi Pegadaian Area Palu bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo pada Senin, 7 September 2026, dibahas program “Keluarga Emas” yang merupakan kolaborasi Pegadaian dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Deputi Pegadaian Area Palu yang membawahi Pegadaian Parigi, Putra Aspin Rahmatullah, menyampaikan program tersebut ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi masyarakat melalui cicil emas maupun tabungan emas. Dalam konsep yang disampaikan, target awal program tersebut minimal dua gram emas per kepala keluarga.
Program tersebut diharapkan dapat diperkenalkan melalui lingkungan ASN Pemda Parimo sebelum diperluas kepada masyarakat.
Selain investasi emas, Pegadaian juga menawarkan dukungan CSR di bidang pendidikan serta sarana dan prasarana. Dukungan itu menjadi bagian dari peluang sinergi yang kemudian dilanjutkan melalui keanggotaan Pegadaian dalam Forum PKP.
Baca berita lainnya di Google News















