TOUNA, theopini.id – Tim SAR gabungan masih mencari Mpalang Lalahaling (65), nelayan yang hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah. Hingga pencarian hari kedua, Sabtu, 3 Oktober 2026, korban belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal mengatakan, pencarian dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan menyisir perairan Kulingkinari hingga menuju Pulau Kabalutan.
“Hingga pelaksanaan pencarian berakhir, korban belum ditemukan atau hasil nihil. Dengan mempertimbangkan kondisi dan waktu, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali,” kata Rizal dalam laporan operasi SAR, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WITA dengan luas area sekitar 50 nautical mile (NM). Tim menggunakan metode parallel search sesuai rencana operasi.
Sebelum pencarian, Tim SAR gabungan melakukan briefing pada pukul 06.45 WITA untuk pembagian tugas dan penyampaian petunjuk keselamatan sesuai prosedur operasi.
Setelah pencarian dihentikan pada pukul 18.00 WITA, tim melakukan debriefing untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Mpalang sebelumnya berangkat dari Bunta menuju Pulau Kabalutan menggunakan perahu pada Rabu, 30 September 2026 sekitar pukul 09.00 WITA.
Sekitar pukul 20.00 WITA, korban terbawa arus hingga tiba di Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka. Masyarakat kemudian memberikan bantuan BBM agar korban dapat melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kabalutan.
Namun, hingga Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 21.00 WITA, korban belum tiba di Pulau Kabalutan. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan kepada USS Ampana untuk dilakukan pencarian.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue USS Ampana, Pos Polairud, BPBD Ampana, Damkar Ampana, RAPI Ampana, aparat desa dan masyarakat.
“Hingga operasi hari kedua berakhir, korban masih dalam pencarian,” pungkas Rizal.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Helmi Liana
















