PALU, theopini.id — Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan rakyat hidup dalam kondisi aman dan sejahtera.
“Pemerintah itu seperti penjaga malam. Tugasnya menjaga supaya rakyat bisa tidur dengan tenang, hidupnya aman dan juga sejahtera,” kata Anwar Hafid usai melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Sulawesi Tengah periode 2026-2031 di Kota Palu, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Ia mengatakan, gambaran pemerintah sebagai “penjaga malam” berkembang dalam teori ilmu pemerintahan melalui konsep reinventing government.
Konsep tersebut, menempatkan security atau keamanan dan prosperity atau kesejahteraan sebagai dua fungsi utama pemerintahan.
Menurutnya, pemahaman mengenai fungsi pemerintahan tersebut penting untuk diterjemahkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, bukan hanya menjadi pembahasan di ruang akademis.
Ia menjelaskan, ilmu pemerintahan memiliki karakteristik yang unik karena mereka yang mempelajarinya dituntut menjadi seorang generalis, yakni memiliki pengetahuan luas mengenai berbagai bidang.
“Mereka yang belajar ilmu pemerintahan pasti tahu banyak walau hanya sedikit,” ujarnya.
Anwar mengatakan, ilmu pemerintahan menjadi salah satu fondasi penting dalam mengelola negara yang besar.
Karena itu, ilmu tersebut diharapkan tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.
Dalam konteks itu, ia menyebut MIPI sebagai wadah bagi berbagai pihak untuk bersinergi dan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Siapa saja bisa bergabung asal peduli dengan ilmu pemerintahan,” katanya.
Ia mengajak akademisi, praktisi, pemerhati, maupun mereka yang mengabdikan diri di bidang ilmu pemerintahan untuk ikut berkontribusi melalui MIPI.
Setelah Sulawesi Tengah, sejumlah provinsi juga telah menyatakan kesiapan kepada Ketua Umum MIPI Anwar Hafid untuk membentuk dan melantik kepengurusan MIPI di daerah masing-masing. Di antaranya Banten dan DKI Jakarta.
Sementara itu, Ketua DPW MIPI Sulawesi Tengah, Arfan menyatakan kesiapan pengurus untuk bekerja nyata dalam mengawal pelaksanaan program 9 BERANI di Sulawesi Tengah.
“Organisasi itu, maju bukan karena banyak bicara saja, tapi karena banyak bekerja,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan secara simbolis kunci kantor sekretariat MIPI Sulawesi Tengah dari Ketua Umum MIPI Anwar Hafid kepada Ketua DPW MIPI Arfan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira














