PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase, menerima sekaligus melepas mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas 2026 di halaman Kantor Bupati, Senin, 19 Oktober 2026.
Parimo menjadi kabupaten dengan jumlah mahasiswa peserta KKN terbanyak di antara empat kabupaten di Sulawesi Tengah, yang menjadi lokasi kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa peserta KKN. Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Bupati Erwin.
Ia mengatakan, pemerintah daerah bertanggung jawab menyambut dan memastikan seluruh mahasiswa dapat menjalankan KKN dengan baik dan lancar.
“Jadi ini tentu sudah merupakan kewajiban kami sebagai pemerintah daerah Parimo untuk menerima, menyambut dan tentunya menjaga adik-adik sekalian dalam pelaksanaan KKN, sehingga insyaallah semua yang direncanakan, semua yang diprogramkan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut, Pemda Parimo akan memantau pelaksanaan KKN melalui para camat dan kepala desa di wilayah penempatan mahasiswa. Sebanyak 44 desa menjadi lokasi kegiatan, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Kasimbar.
“Kami ingin memastikan bahwa adik-adik sekalian melaksanakan kuliah KKN ini dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan di lapangan,” ujarnya.
Erwin juga meminta mahasiswa tidak segan melapor kepada aparat pemerintah setempat maupun camat apabila menghadapi persoalan selama menjalankan kegiatan di desa.
Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat, menghargai adat istiadat setempat, serta menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh adat.
Tema KKN Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas, dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat di Kabupaten Parimo.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pengelolaan desa yang baik sekaligus mendukung terwujudnya desa yang cerdas.
“Kuliah kerja nyata kita tahu bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, memahami kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa,” kata Erwin.
Ia berharap mahasiswa terus membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga tokoh perempuan di wilayah pengabdian masing-masing.
Pelaksanaan KKN tersebut, juga diharapkan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Parimo, yakni maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui Gerakan Membangun Desa.
Sinergi mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat diharapkan turut mendukung upaya pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong kemajuan desa.
Selain itu, Erwin berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi sopan santun, menghormati adat istiadat setempat, serta membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Ia berharap, KKN Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas 2026 berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi pengabdian.
“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Parimo yang rukun, cerdas, mandiri, maju, dan sejahtera melalui semangat kebersamaan, inovasi, serta gotong royong,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati













