PALU, theopini.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat alokasi pengembangan bawang putih seluas 3.000 hektare pada 2026.
Untuk mendukung program tersebut, Polda Sulawesi Tengan berkolaborasi dengan instansi pertanian menggelar pelatihan teknis budidaya bagi kelompok tani, Kamis, 5 November 2026.
“Bawang putih merupakan komoditas strategis yang perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Peningkatan produksi dan kualitas budidaya juga penting untuk memperkuat kemandirian pangan,” kata Kapolda Irjen Pol Rizal Irawan saat membuka pelatihan di Aula Rupatama Polda Sulawesi Tengan.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Polda Sulawesi Tengan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Sulawesi Tengan, Zulviany, mengatakan pengembangan bawang putih membutuhkan perhatian terhadap kesesuaian lahan, ketersediaan benih bermutu, serta penerapan teknik budidaya yang tepat.
Ia mengapresiasi keterlibatan Polda Sulawesi Tengan dalam mendukung pengembangan komoditas tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan untuk mendorong peningkatan produksi dan mewujudkan swasembada bawang putih.
Kapolda Rizal Irawan menyebut, ketahanan pangan sebagai salah satu pilar kedaulatan bangsa. Karena itu, penguatan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kepolisian.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengan Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Saya berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya, sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi















