PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, menghadiri rapat kerja bersama pemerintah kecamatan dan desa di Kecamatan Tinombo Selatan, Rabu, 4 November 2026.
“Kegiatan rapat kerja ini dilaksanakan untuk melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat di desa-desa,” ujar Erwin dalam sambutannya.
Ia meyakini, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat lebih mudah diatasi, apabila rapat kerja semacam itu dilaksanakan secara rutin.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Parimo turut hadir.
Kehadiran mereka, diharapkan dapat mempercepat tindak lanjut atas berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, baik melalui penanganan langsung maupun perencanaan perbaikan sebagai dasar penganggaran tahun berikutnya.
Sejumlah persoalan yang mencuat di antaranya abrasi pantai sepanjang 50 meter, kerusakan jalan, hingga infrastruktur irigasi.
Menanggapi hal itu, Bupati meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo melakukan peninjauan lapangan.
“Sama halnya dengan kunjungan kami di Desa Malanggo Pesisir beberapa waktu lalu. Tahun depan akan dianggarkan pembangunan pemecah ombak dan pengukurannya sudah dilakukan,” kata Erwin.
Selain infrastruktur, Bupati Erwin juga menyinggung rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurutnya, setiap usulan program tersebut harus didukung kesiapan lahan minimal 3.000 meter persegi agar dapat diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Saat ini, Kabupaten Parimo telah mendapatkan alokasi bantuan sembilan KNMP yang proses pembangunannya sedang berjalan. Program pemerintah pusat tersebut, diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.
“Kami telah mengusulkan 10 KNMP ke pemerintah pusat. Jika ada lahan yang siap lagi, akan kami usulkan untuk penambahan. Alokasi anggaran pembangunan kampung nelayan ini kurang lebih Rp20 miliar,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemda Parimo berupaya menindaklanjuti berbagai persoalan infrastruktur di daerah, meskipun saat ini dihadapkan pada keterbatasan kemampuan fiskal.
Karena itu, ia menginginkan setiap program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Untuk itulah kita datang berkunjung ke seluruh wilayah Parimo. Kita mendengar dan melihat langsung apa yang paling mendesak. Itu yang akan didahulukan,” tuturnya.
Usai rapat kerja, Bupati bersama sejumlah kepala OPD melanjutkan peninjauan terhadap jalur air menuju saluran irigasi di Desa Sigega, Sigenti Barat, yang membutuhkan perbaikan.
Dari hasil peninjauan, diketahui air dari bagian hulu tidak lagi dapat dialirkan ke saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan persawahan warga.
Hal itu, disebabkan jalur air sepanjang kurang lebih dua kilometer mengalami kerusakan, sehingga air meresap ke dalam tanah sebelum mencapai saluran irigasi.
“Ini harus segera ditindaklanjuti. Saya minta Dinas PUPRP melakukan pengecoran pada jalur air tersebut agar air bisa kembali mengalir ke saluran irigasi dan memenuhi kebutuhan persawahan. Biar petani bisa segera mengolah sawahnya,” ujar Erwin di sela-sela peninjauan.
Sebelumnya, Bupati bersama rombongan juga berdiskusi dengan sejumlah petani di Desa Siaga. Pertemuan tersebut, membahas persoalan pencetakan sawah yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat setempat.
Baca berita lainnya di Google News















