Kapolda Sulteng Ungkap Indeks Potensi Kerawanan Pilkada

PALU, theopini.idKapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) g Irjen Pol Agus Nugroho indeks potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

“Indeks potensi kerawanan ini, berdasarkan analisa Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam)  Polri,” ungkap Kapolda Agus Nugroho, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral jelang Pilkada, di Palu, Kamis, 25 Juli 2024.

Baca Juga: Gelar FGD, Polda Sulteng Dorong Peran Ormas Ciptakan Pemilu Damai

Indeks potensi kerawanan tersebut, kata dia, yakni adanya dugaan ketidaknetralan penyelenggara Pilkada, kekurangan dan tertukarnya surat suara.

Selain itu, adanya keterlambatan logistik ke lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) jelang voting day, serta praktek money politik.

Kemudian, jarak titik lokasi TPS berjauhan, dan adanya isu SARA yang berpotensi menyebabkan terjadinya konflik horisontal.

“Bahkan, adanya penyelenggara Pilkada dan personel pengamanan sakit ataupun meninggal dunia,” bebernya.

Dalam pelaksanaan Operasi Mantap Praja Tinombala 2024, Polda Sulawesi Tengah dan Polres jajaran akan melibatkan sebanyak 9.448 personel Polri.

Dengan rincian, Polda Sulawesi Tengah sebanyak 3.880 personel, Polres dan Polresta jajaran melibatkan 5.568 personel.

Adapun jumlah TPS pada Pilkada 2024 ini, adalah sebanyak 5.349, terdiri dari:

1.  4.515 TPS kurang rawan

2. 736 TPS rawan

3. 85 TPS sangat rawan

4. Tiga TPS khusus

Meskipun sangat berat, Ia berharap, aparatur negara dapat  melaksanakan tanggung jawabnya, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Baca Juga: Jelang Pemilu-2024, Mendagri Harap Camat Mampu Tekan Konflik Sosial

Sehingga, dapat mensukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi Pilkada serentak 2024, khususnya di Sulawesi Tengah.

“Sebagaimana Polri bersama TNI serta mitra keamanan lainnya yang harus memberikan jaminan keamanan baik sebelum, pada saat dan sesudah Pilkada. Saya berharap KPU dan Bawaslu dapat melaksanakan tugasnya dengan profesional, aman dan lancar,” pungkasnya.

Komentar