BANGGAI, theopini.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meluruskan isu terkait pengelolaan dana desa sekaligus mendorong pembentukan desa tematik, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yandri menegaskan, anggapan bahwa dana desa dipotong untuk program Koperasi Desa Merah Putih tidak benar. Menurutnya, pemerintah hanya melakukan perubahan tata kelola agar pemanfaatannya lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dana desa itu tidak dipotong, tetapi diubah tata kelolanya. Salah satunya untuk pembangunan koperasi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Yandri saat kunjungan kerja di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu, 12 April 2026.
Ia menjelaskan, penguatan koperasi desa menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun rantai ekonomi berbasis desa, termasuk untuk menopang program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Saya minta kepala daerah di Banggai Bersaudara memetakan desa tematik, seperti desa padi, ikan, atau petelur. Nanti hasilnya diserap untuk kebutuhan MBG dan dipasarkan melalui koperasi,” ujarnya.
Menurut Yandri, skema tersebut tidak hanya memastikan ketersediaan bahan baku program MBG, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa melalui sistem produksi dan distribusi yang terintegrasi.
Sementara itu, Bupati Banggai, Amirudin, menyambut arahan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan koperasi desa.
“Kami terus mendorong integritas dan inovasi pengurus koperasi agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah mendorong pembentukan koperasi desa secara masif sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal.
Kunjungan kerja tersebut, menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana desa, sekaligus memastikan program pembangunan desa berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar