Dana Talangan Koper 126 Jemaah Haji Belum Diganti Pemda Parimo

PARIMO, theopini.id Dana koper komersial yang ditalangi 126 jemaah haji 2024 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah hingga kini belum diganti Pemerintah Daerah (Pemda).

Diketahui, jemaah haji dibebankan masing-masing Rp300 ribu, untuk pembiayaan koper komersial jelang pemberangkatan ke tanah suci pada 2024.

Baca Juga: Kemenag Parimo Tingkatkan Pemantauan Pasca Satu Jemaah Haji Meninggal

“Dana tersebut, merupakan tanggungan Pemda Parimo dan sampai saat ini belum digantikan,” ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kementrian Agama (Kemenag) Parimo, Subhan Lapu, di Parigi, Kamis, 5 Desember 2024.

Menurutnya, saat pihak komeresial meminta dana koper sebelum keberangkatan pada 2024, Pemda kabupaten maupun provinsi belum memiliki anggaran.

Melalui kesepakatan bersama, kata dia, pembiayaan dana koper dibebankan kepada seluruh jemaah haji saat itu.

Di mana, Pemda Parimo melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) saat itu, bersepakat mengganti anggaran yang ditalangin 126 jemaah haji 2024.

“Kami berharap sebelum berakhir tahun ini, sudah tergantikan, karena sudah banyak jemaah haji yang menanyakan dana itu,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala Bagian (Kabag) Kestra, Mahfuz mengatakan, anggaran pengganti dana talangan koper jemaah haji itu, sedang diupayakan.

Ia mengaku, pihaknya telah membuat surat telaanstap dan mengusulkan dana pengganti talangan koper jemaah haji ke Pemda Parimo.

“Saat itu, kami menginformasikan kepada jemaah akan mengupayakan meminta Pemda untuk mengganti anggaran itu,” tegasnya.

Pemberian beban talangan kepada jemaah haji saat itu, menurutnya, sudah berdasarkan surat keputusan bersama hasil Rapat Kerja (Raker) dengan pemerintah provinsi.

Sebab, terdapat biaya tambahan sebesar Rp300 ribu per jemaah, untuk biaya koper dan bagasi komersial. Sementara, pagu anggaran telah ditetapkan dan sudah berjalan.

Baca Juga: Pemda Parimo dan Masyarakat Sambut Kepulangan Jemaah Haji

“Jadi dalam surat itu, beban tersebut bisa ditalangin Pemda dan juga jemaah. Intinya, saat ini kami sedang berusaha,” imbuhnya.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Pj Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo.

Komentar