PARIMO, theopini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memulai pembangunan dua fasilitas kesehatan senilai lebih dari Rp20 miliar melalui seremoni peletakan batu pertama, Kamis, 11 Juli 2025.
Proyek tersebut, meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, dan Puskesmas Torue di Kecamatan Torue.
Baca Juga: Dinkes Parimo Perketat Pengawasan Proyek Pembangunan Puskesmas Sausu
Kegiatan berlangsung di lokasi pembangunan Labkesmas, turut dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid.
Dalam laporannya, Plt Kepala Dinkes Parimo, I Gede Widiadha menyebut, pembangunan ini sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Pembangunan ini mengacu pada UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang mengamanatkan perluasan akses dan kemudahan layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedua proyek tersebut merupakan bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Parimo dalam 100 hari kerja, melalui inisiatif Program Sehat Bersama Erwin-Sahid yang menekankan pelayanan aktif, sistem jemput bola, dan menjangkau wilayah dengan akses sulit.
Ia menjelaskan, pembangunan Puskesmas Torue dilakukan sebagai respon terhadap kondisi geografis yang cukup menantang serta tingginya risiko kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
“Bangunan puskesmas yang ada saat ini belum memenuhi standar pelayanan, sementara kebutuhan layanan terus meningkat,” ujarnya.
Gede mengungkapkan, total anggaran untuk pembangunan dua fasilitas kesehatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 sebesar Rp20.818.852.722.
Rinciannya, pembangunan Puskesmas Torue dialokasikan anggaran sebesar Rp7.618.852.000, yang dikerjakan oleh CV. Kilaja Sulteng dengan masa kontrak 180 hari, mulai 18 Juni hingga 14 Desember 2025.
Sementara itu, pembangunan Gedung Labkesmas dikerjakan oleh CV. Kalukubula Sulteng dengan nilai kontrak Rp13.200.722.000.
Proyek ini akan berlangsung selama 195 hari kalender, terhitung sejak 12 Juni hingga 23 Desember 2025.
Baca Juga: Dinkes Parimo Dampingi 23 Puskesmas Menuju Penerapan BLUD
Ia menegaskan, pentingnya pengawasan bersama dalam pelaksanaan proyek agar berjalan tepat waktu dan tepat mutu.
“Kami yakin pembangunan ini akan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Tapi keberhasilan bukan hanya di pelaksanaan, melainkan di pengawasan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















