PARIMO, theopini.id – Puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum tiga desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terdampak banjir setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap hingga ke kawasan permukiman, Senin, 24 Agustus 2026.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap sampai ke permukiman. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan aparat desa dan melakukan asesmen atau kaji cepat di lokasi,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, dalam keterangan resminya, Senin siang.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parimo, banjir terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Laporan kejadian diterima BPBD pada pukul 09.42 WITA.
Banjir melanda Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk dan Desa Kasimbar Selatan, Kecamatan Kasimbar.
Di Desa Kasimbar Palapi, banjir berdampak pada 33 kepala keluarga (KK), terdiri dari 25 KK di Dusun 1 dan delapan KK di Dusun 2.
Sementara di Desa Kasimbar Induk, sebanyak 40 KK terdampak, masing-masing 10 KK di Dusun 1, 20 KK di Dusun 2 dan 10 KK di Dusun 3.
Adapun di Desa Kasimbar Selatan, terdapat 42 KK terdampak. Rinciannya, 16 KK di Dusun 1, 18 KK di Dusun 2 dan delapan KK di Dusun 3. Dengan demikian, total sementara terdapat 115 KK yang terdampak banjir di tiga desa tersebut.
Meski berdampak pada permukiman warga, hingga laporan sementara BPBD Parimo tidak terdapat warga yang mengungsi. Tidak ada pula korban jiwa maupun rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Di Desa Kasimbar Palapi, fasilitas yang terdampak meliputi satu unit masjid, satu unit SD Alkhairaat, lapangan bola dan jalan desa.
Di Desa Kasimbar Induk, fasilitas terdampak berupa masjid dan sekolah dasar. Sementara di Desa Kasimbar Selatan, banjir berdampak pada SMP Negeri 1 Kasimbar.
Selain permukiman dan fasilitas umum, sektor perkebunan turut terdampak. Sekitar empat hektare area perkebunan di Desa Kasimbar Palapi dilaporkan terdampak banjir.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah normalisasi sungai. Kami bersama aparat desa, masyarakat dan TRC BPBD masih melakukan penanganan serta pemantauan di lapangan,” katanya.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD Parimo melibatkan aparat desa, masyarakat dan Tim Reaksi Cepat (TRC).
Hingga laporan terakhir, kondisi banjir di wilayah tersebut masih belum surut. BPBD Parimo terus melakukan pemantauan dan asesmen untuk mengetahui perkembangan kondisi serta dampak banjir.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














