Sulteng Dorong Kebangkitan Olahraga Bela Diri Lewat PON Beladiri 2025

SEMARANG, theopini.id — Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II Tahun 2025 tak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi para atlet Sulawesi Tengah, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga bela diri daerah tersebut.

Ketua Kontingen Sulawesi Tengah, Moh. Ifan Taufan mengatakan, keikutsertaan Sulawesi Tengah tahun ini bukan hanya untuk meraih medali, melainkan juga menunjukkan keseriusan daerah dalam membina atlet bela diri secara berkelanjutan.

Baca Juga: Ritual Adat Kaili Iringi Perjuangan Atlet Sulteng Menuju PON Beladiri 2025 di Kudus

“Seluruh atlet sudah menjalani persiapan matang di daerah masing-masing. Mereka datang bukan hanya untuk bertanding, tapi juga membawa semangat kebangkitan olahraga bela diri Sulawesi Tengah,” ujar Ifan Taufan, Jum’at , 10 Oktober 2025.

BACA JUGA:  Perkuat SDM Digital, Dispusaka Banggai Gelar Bimtek Literasi Informasi

Kontingen Sulawesi Tengah mengirimkan 47 atlet, 13 pelatih, dan 8 ofisial yang akan berlaga pada delapan cabang olahraga, yakni Judo, Taekwondo, Gulat, Pencak Silat, Sambo, Karate, Jujitsu, dan Wushu.

Menurut Ifan, keberangkatan kontingen dilakukan secara bertahap, dimulai dari cabang Judo sebagai kloter pertama dan ditutup oleh cabang Wushu.

Baca Juga: Pekan Olahraga Tradisional Awali Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 di Makassar

Ia menegaskan, partisipasi Sulawesi Tengah di PON Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan dan kompetitif di level nasional.

BACA JUGA:  Polres Banggai Akan Tingkatkan Patroli Cegah Balapan Liar dan Tawuran

“Ini bukan hanya soal prestasi sesaat, tapi soal membangun fondasi agar bela diri menjadi salah satu cabang unggulan yang terus melahirkan atlet berprestasi dari Bumi Tadulako,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar